Wednesday, 21 October 2026


Kostraling Jambi Siap Pasok 8.000 ton Gabah ke Bulog

19 Mar 2021, 21:05 WIBEditor : Yulianto

Beras Bulog saat sedang dikemas di salah satu penggilingan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi---Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) Provinsi Jambi siap memasok 8.000 ton GKP atau setara 3.500 ton beras ke gudang Perum Bulog. Kesepakatan pengiriman tersebut dicapai dalam pertemuan yang diadakan di Kota Jambi.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Akmal Mushul menyampaikan, meskipun Jambi bukan merupakan sentra produksi padi, tapi harga jual gabah kering panen tingkat petani saat ini berkisar antara Rp 4.000 – 4.200/kg. Padahal berdasarkan data pertanaman dari Badan Pusat Statistik Puncak panen raya di Provinsi Jambi baru akan terjadi April seluas lebih dari 8.000 ha.

Kondisi harga gabah kering yang terjadi di lapangan sebagian berada di bawah patokan yang telah di tetapkan pemerintah tentang HPP gabah kering panen yaitu Rp 4.200/kg. Karena itu Akmal bersyukur telah disepakatinya pembelian beras dari wilayah Jambi sebanyak 3.500 ton atau setara dengan 8.000 ton gabah kering panen. Dengan adanya transaksi ini, diharapkan harga gabah di lapangan kembali minimal dengan HPP.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Gatut Sumbogodjati yang  juga hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan, pemerintah mendorong agar kegiatan usahatani padi menguntungkan bagi petani. Salah satu indikator menguntungkan tersebut jika harga jual gabah minimal sama dengan HPP.

Selain itu Gatut berharap kegiatan usahatani padi di lapangan semakin efisien karena saat ini pemerintah telah melalui Kementerian Pertanian telah memberikan dukungan dengan alat mesin panen dan pasca panen seperti combine harvester, mesin pengering (dryer) dan mesin penggilingan (RMU).

Senada dengan Akmal dan Gatut, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Provinsi Jambi serta Kostraling Provinsi Jambi, Defrizal mengatakan, Perum Bulog senantiasa akan hadir di tengah rakyat, khususnya petani saat masa panen raya seperti dengan membeli gabah/beras petani untuk disimpan sebagai cadangan beras nasional.

Dirinya berkeyakinan, jika suplai beras nasional dari petani besar, maka rencana impor beras tidak akan terealisasi. Untuk itu dirinya sangat senang Kostraling Jambi bisa berkomitmen untuk menyuplai beras kepada Perum Bulog yang ada di Jambi.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, dalam masa panen raya panen padi ini pemerintah akan senantiasa hadir di tengah petani untuk mengamankan produksi padi dari sisi kualitas dan kuantitas.

Kementan di bawah komando Mentan SYL ingin semua pihak menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi atau stok beras nasional dan harga saat musim panen raya padi pada Maret-April 2021.

“Bulog adalah salah satu pihak yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan khususnya beras. Pengelolaan yang profesional menjadi kunci keberhasilannya,” kata Suwandi.

Selain itu Kementan mulai menggerakkan Kostraling untuk serap gabah dan menjaga harga di tingkap petani, Kostraling diharapkan sebagai bulog kecil yang mengamankan stok beras. Salah satu kuncinya adalah memperkuat sinergitas yang lebih holistik sebagai upaya menghasilkan suatu terobosan dan dapat memotret segala tantangan.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018