
Petani bersama Babinsa panen
TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu---Kementerian Pertanian menggerakan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) bergerak menyerap gabah petani di Jawa Barat pada musim panen yang berlangsung Maret hingga April 2021 ini. Bukan hanya Bulog dan Perpadi yang terlibat, Kodim juga diajak untuk mengawal penyerapan gabah tersebut.
Di Jawa Barat beberapa wilayah yang tengah panen yakni Kabupaten Indramayu, Cirebon, Karawang, Kuningan, Bekasi, Bogor dan Banjar.Dalam pertemuan dengan Dinas Pertanian Indramayu, Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan, Bambang Pamuji mengatakan, GSG dilaksanakan di kecamatan-kecamatan yang teridentifikasi terjadi penurunan harga gabah di bawah HPP.
"Saat panen raya dan harga jatuh, pemerintah hadir membantu petani melakukan upaya penanganan dengan bersinergi lintas intansi terutama Bulog," ujarnya.
Di Kabupaten Indramayu di lokasi serap gabah yakni Desa Plosokerep Kecamatan Terisi bersama BULOG, Jumat (19/3) melakukan penyerapan gabah sebanyak 750 ton. Adapun daerah lainnya menyusul untuk dilakukan gerakan serapan gabah petani.
“Selain serap gabah, Kementan pun melakukan optimalisasi pemanfaatan dryer, RMU, gudang/lumbung cadangan pangan provinsi dan kabupaten/kota untuk mengoptimalkan masa panen raya padi,” kata Bambang pada rapat koordinasi di Cirebon dengan Kepala Kanwil BULOG Jabar, dan pihak terkait, Jumat (19/3).
Sementara itu, Penanggungjawab GSG Jabar, U.Sugiharto menuturkan, serap gabah diprioritaskan di kecamatan yang harga gabahnya di bawah HPP, sehingga petani tidak merugi. Serap gabah pun langsung dilakukan di lokasi panen raya.
“Melalui Kostraling, Kementan mendorong Bulog untuk optimalisasi serapan, serta mendorong petani meningkatkan kualitas gabah sesuai standar yang berlaku (Permendag Nomor 24 tahun 2020, red),” ucapnya.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Tim GSGP sudah bergerak ke Banten sepakat meyerap 53.000 ton gabah, di Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, di Sragen 17.580 ton, di Boyolali 24.092 ton dan di Grobogan 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton serta beberapa kabupaten lainnya
Di tempat terpisah, Dirjen tanaman Pangan, Suwandi menuturkan, sesuai data BPS, potensi panen Maret 2021 seluas 1,63 juta ha dan April seluas 1,67 juta ha. Untuk itu, Kementan dengan optimal melakukan upaya-upaya penanganan panen dan pasca panen untuk menjaga agar harga gabah/beras petani menguntungkan. Pemerintah juga melakukan percepatan tanam Musim Tanam-II.
Dikatakan, langkah serap gabah ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga dampak penurunan harga akibat panen raya dapat diantisipasi. Di samping itu, Kemenan juga meminta pemerintah daerah menyiapkan dan memperkuat stok cadangan beras di tiap Desa, Kecamatan/kostratani dan Kabupaten/kota.
Persyaratan kualitas harga gabah sesuai Pemendag No.24 Tahun 2020
Gabah/beras | Kadar Air | Harga (Rp) |
Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani | 25 persen | 4.200/kg |
Gabah Kering Panen (GKP) di penggilingan | 25 persen | 4.250/kg |
Gabah Kering Giling (GKG) tingkat penggilingan | 14 persen | 5.250/kg |
Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog | 14 persen | 5.300/kg |
Beras di gudang Bulog | 14 persen | 8.300/kg |
==
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/