Wednesday, 21 October 2026


Di Dompu, Tim GSGP Targetkan Serap 45.892 ton Gabah

21 Mar 2021, 12:26 WIBEditor : Yulianto

Panen di Dompu

TABLOIDSINARTANI.COM, Dompu---Panen raya padi mulai berlangsung di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Dompu. Guna memastikan harga gabah kering panen (GKP) stabil di tingkat petani, Satuan Kerja (Satker) Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) wilayah Bima dan Dompu turun ke lapangan. Target tahun ini, Bulog Bima siap menyerap 45.892 ton gabah.

Kali ini Satker Penyerapan Gabah/Beras Bulog turun ke Desa Kandai Dua  Kecamatan Woja Kabupaten Dompu dengan Tim dari Dinas Pertanian Kabupaten Dompu.  Pimpinan Perum Bulog Cabang Bima, Sawaludin Susanto menyampaikan, hasil pengecekan Tim Satker dan Tim Dinas Pertanian rata-rata hasil panen petani karena panen di musim Hujan Kadar Air (KA) 31 persen sampai dengan 33 persen dan padi yang di panen masih banyak butir hijau. 

Harga beli  Satker dan Mitra Bulog pun bervariasi karena harus merafaksi sesuai dengan kualitas mulai dari Rp 3.900-4.000/kg di sawah dengan KA di atas 30 persen. ”Jadi pada intinya harga gabah tidak jatuh tapi memang harga menyesuaikan dengan kualitas gabah saat panen,” kata Susanto.

Sementara harga Rp 4.200/kg adalah gabah kering panen (GKP) dengan KA maksimal 25 persen. Untuk yang diluar kualitas itu akan dirafaksi karena berpengaruh pada randemen ke GKG dan beras  hasil giling. 

Ia menambahkan, Bulog siap membeli gabah petani dengan syarat gapoktan bermitra dulu dengan Bulog. Nantinya petani/gapoktan sendiri yang membawa gabah ke gudang. Untuk itu, Santo menghimbau kepada petani/Poktan/Gapoktan untuk dapat bermitra dengan Bulog dalam menjual hasil panennya.

Bahkan Bulog cabang Bima siap memberikan pelayanan maksimal ke petani dengan sistim pembayaran one day service. “Kami menerima GKG depan pintu gudang seharga Rp 5.300/kg dengan KA maksimal 14 persen dan beras medium harga 8.300/kg KA maksimal 14 persen,” katanya.

Sementara itu, Wisneati, Kasie Pengolahan dan Pemasaran Distan Dompu menyampaikan, pihaknya siap mengawal penyerapan gabah petani serta memberdayakan Kostraling untuk membantu penyerapan gabah. “Bantuan alsintan pascapanen selama ini  dari Kementan juga membantu penanganan pascapanen menjadi lebih efisien,” katanya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan, dalam masa panen raya panen padi ini, Kementan di bawah komando Mentan SYL ingin semua pihak menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi atau stok beras nasional dan harga pada saat musim panen raya padi pada Maret-April 2021.

“Bulog adalah salah satu pihak yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan khususnya beras. Karenanya, pengelolaan yang profesional menjadi kunci keberhasilannya,” katanya.

Selain itu Kementan mulai menggerakkan Kostraling untuk serap gabah dan menjaga harga di tingkap petani, Kostraling diharapkan sebagai bulog kecil yang mengamankan stok beras. “Salah satu kuncinya adalah memperkuat sinergitas yang lebih holistik sebagai upaya menghasilkan suatu terobosan dan dapat memotret segala tantangan,” kata Suwandi.

Persyaratan kualitas harga gabah sesuai Pemendag No.24 Tahun 2020

 Gabah/beras

 Kadar Air

Harga (Rp)

 Gabah Kering Panen (GKP) tingkat  petani

 25 persen

 4.200/kg

Gabah Kering Panen (GKP) di penggilingan

 25 persen

 4.250/kg

Gabah Kering Giling (GKG) tingkat penggilingan

 14 persen

 5.250/kg

Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog

 14 persen

 5.300/kg

Beras di gudang Bulog

 14 persen

 8.300/kg

 ==

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

 

 

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018