Wednesday, 21 October 2026


OPIP Dongkrak Produksi Padi Purwakarta

06 Jul 2021, 17:17 WIBEditor : Yulianto

Panen padi

TABLOIDSINARTANI.COM, Purwakarta---Kegiatan Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) mampu mendongkrak produksi padi di Purwakarta. Dengan program ini, petani bisa menanam padi hingga empat kali dalam setahun.

Program kegiatan dari Kementerian Pertanian ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan pangan nasional.  Purwakarta merupakan salah satu kabupaten yang menerima program kegiatan tersebut.

OPIP merupakan program yang menjanjikan untuk meningkatkan produksi padi. Konsepnya dalam satu tahun di hamparan sawah dapat ditanami padi sempat kali.

Informasi dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten, program tersebut bagi petani sangat dirasakan manfaatnya. Berdasarkan hasil ubinan yang dilaksanakan pada akhir Juni dan awal Juli ini, dengan menggunakan varietas unggul baru (VUB) padi varietas Padjadjaran dapat memberikan hasil 8 ton/ha gabah kering panen (GKP). Hasil tersebut lebih besar dari yang biasa diperoleh sebesar 5,5 ton/ha.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan saat diwawancara Selasa (6/7) mengatakan, program OPIP tersebut sangat memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas padi di Kabupaten Purwakarta.

"Petani kami arahkan untuk segera membuat persemaian kembali bersamaan dengan pelaksanaan panen MT-II ini, sehingga setelah panen selesai petani dapat melaksanakan percepatan tanam untuk MT-III," ujar Sri Jaya.

Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan OPIP ini, Sri Jaya mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan benih untuk penananam MT-III ini. Benih dapat tersalurkan tepat waktu karena dinas juga melakukan program penangkaran varietas genjah melalui program Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan  (P3BTP).

P3BTP merupakan pengembangan kelompok tani menjadi kelompok tani penangkar benih tanaman pangan.  “Kegiatan yang juga merupakan program dari Kementerian Pertanian ini sangat membantu penyediaan benih untuk program kegiatan di Kabupaten Purwakarta, meski belum secara maksimal,” katanya.

Karena itu dengan P3BTP, Purwakarta mampu memenuhi sendiri dalam memenuhi kebutuhan benih padi genjah Musim Tanam Ketiga ini. Harapan ke depan Kabupaten Purwakarta mampu memproduksi lebih besar untuk kebutuhan sendiri dan pasar di kabupaten lainnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada Kang Dedi Mulyadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI atas aspirasi beliau Kabupaten Purwakarta dapat menerima kegiatan OPIP ini, beliau sangat konsisten dalam menindaklanjuti aspirasi dari petani untuk kemajuan bidang pertanian di Kabupaten Purwakarta,” tutur Sri Jaya.

Sri Jaya juga memberikan apresiasi kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, yang memberikan dorongan dan kontribusi dalam membantu produksi padi. “Tentunya sudah banyak pula berkontribusi untuk ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.

Sri Jaya mengungkapkan rasa syukur terutama kepada petani petani yang selama ini memberikan usaha dan semangat yang luar biasa dalam bidang pertanian. Meskipun areal sawah di Kabupaten Purwakarta sekitar 17.970 hektar, tetapi selama ada potensi lahan yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan dan percepatan tanam, pihaknya akan terus berupaya untuk menggenjot hasil produksi.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan, dengan program OPIP mengefektifkan masa tanam padi dari mulai persemaian sampai panen. Petani dapat menanam padi lebih dari dua atau tiga kali, bahkan lebih dalam setahun, sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan guna terwujudnya upaya ketahanan pangan nasional.

“Di bawah arahan Menteri Syahrul Yasin Limpo kita terus dorong penerapan program ini diberbagai daerah. Melalui program OPIP ini tentu kendala lahan pertanian juga semakin berkurang, sehingga kita bisa sekaligus atasi permasalahan lahan dengan adanya OPIP ini,” kata Suwandi.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018