Wednesday, 21 October 2026


SYL Ingatkan Lahan Tak Boleh ‘Nganggur’ Lama

27 Jul 2021, 11:26 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat panen di Bandung

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Untuk menjamin ketersediaan stok beras tahun 2021, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid 19 melimpah, Kementerian Pertanian mendorong pemanfaatan lahan semaksimal mungkin. Bahkan usai panen petani diminta untuk melakukan percepatan tanam.

"Kuncinya setelah panen lahan tidak boleh nganggur, petani langsung mengolah lahan untuk tanam lagi. Pada saat ini di seluruh Indonesia tidak ada hari tanpa panen, tidak ada hari tanpa tanam. Tidak ada lahan yang nganggur lebih dari satu bulan. Potensi sumber air untuk mengairi sawah kita optimalkan," demikian dikatakan Mentan SYL pada kegiatan panen padi di Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, kemarin Minggu ( 25/7/21).

Untuk menyukseskan program peningkatan produksi melalui percepatan tanam ini, SYL mengatakan, dirinya dan seluruh jajaran Kementan secara masif turun ke lapangan. Kementan juga memberikan bantuan benih, alat mesin pertanian, obat-obatan, pupuk, serta pendampingan kepada petani bahkan mendorong petani mengakses dana kredit Usaha Rakyat (KUR) di perbankan.

"Perintah Bapak Presiden Jokowi, para Menteri untuk tidak terima dan percaya data saja, namun harus turun ke lapangan melakukan validasi secara langsung dan secara faktual untuk ketersediaan pangan khususnya beras, sehingga dalam situasi covid atau dalam situasi apa pun produksi tidak terganggu," ujarnya.

Selain menjamin kegiatan produksi, SYL pun menjamin kegiatan pasca produksi yakni ketersediaan kemampuan penggilingan (rice milling unit/RMU) yang dapat menghasil beras berkualitas dan kemampuan Bulog maupun penggilingan dalam menyerap gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Dengan begitu, petani tidak mengalami kesulitan dari hulu sampai hilir. "Karena itu, kami memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," kata SYL.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menambahkan, pihaknya menurunkan tim di lapangan untuk menyukseskan kegiatan panen dan percepatan tanam. Saat ini beberapa wilayah terutama sentra padi di Indonesia tengah memasuki waktu panen seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan juga Pulau Sulawesi.

"Memasuki musim panen raya stok beras kita makin meningkat menambah stok yang sebelumnya. Pada musim panen kita tetap jaga stabilisasi harga dan kita berharap upaya ini sekaligus menambah kesejahteraan petani," ungkap Suwandi.

Melansir data yang dikeluarkan BPS dan juga diolah Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi beras pada bulan Juni mencapai 2,59 juta ton ditambah stok yang ada menjadi 10,6 juta ton pada posisi akhir Juni 2021 dan prognosa stok akhir Desember 2021 sebesar 9,6 juta ton.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018