Wednesday, 21 October 2026


Banjir Landa Sawah di Wajo, Petani Rugi Miliar Rupiah

31 Aug 2021, 15:23 WIBEditor : Yulianto

Banjir landa pertanaman padi di Wajo

TABLOIDSINARTANI.COM, Wajo --- Tidak hanya permukiman warga banjir yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu kemarin, di wilayah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan juga merendam ribuan hektar sawah petani. Akibatnya, padi yang petani tanam terancam gagal panen.

“Dari data yang diterima, ada sekira 16.824 hektar lahan sawah di 14 kecamatan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Holtikultura Kabupaten Wajo, Muhammad Ashar saat melakukan pemantauan di lokasi terdampak banjir bersama Bupati Wajo.

Data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Holtikultura Kabupaten Wajo dari 14 kecamatan, sawah di Pammana paling banyak terendam sekira 3.114 ha, kemudian Majauleng 2.700 ha, Pitumpanua 2.572, Sajoanging 2.080 ha, Belawa 1.250 ha, Sabbangparu 1.081 ha, Keera 920 ha, Maniangpajo 721 ha, Penrang 667 ha, Tanasitolo 587 ha, Giliring 450 ha, Tempe 390 ha, Takkalalla 195 ha, dan Bola 96 ha.

“Dari data sementara itu jika ditotal kerugian petani mencapai Rp362 miliar akibat banjir. Jumlah itu belum termasuk biaya produksi tanam yang sudah mereka keluarkan,” katanya Senin (30/8).

Karena itu Ashar mengatakan, saat ini pihaknya tenagh melakukan proses pemetaan dan pendataan terhadap sawah-sawah petani yang padinya rusak. Karena banjir ini, diperkiraan petani terancam gagal panen musim ini.

“Kami sudah melakukan pemantauan. Kalau air sudah surut kita lihat mana padi yang mati dan masih bertahan. Kemudian dilakukan pendataan kembali pada lahan yang padinya mati,” ujarnya.

Ashar berjanji pihaknya akan berupaya mencarikan solusi petani yang merugi dengan melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait. Dirinya berharap, pemerintah bisa membantu. “Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait bantuan untuk masalah petani ini,” tandasnya.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018