
Chef Accor Grup menyajikan menu singkong
TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta---Sajian panganan singkong kini bisa didapatkan di hotel. Ada tujuh hotel dalam grup Accor yang siap menyajikan pangan berbahan baku lokal.
Seperti pada Fiesta Singkong 2021. The Phoenix Hotel Yogyakarta yang menyajikan dua kuliner yaitu Wyu Ron dan Dwadual dan mengganti bahan utama beras menjadi singkong. Sedangkan Grand Mercure dan ibis Yogyakarta Adisucipto menghadirkan makanan dari Mataram kuno dan Majapahit yakni Tambul dan minuman Dawet.
Novotel Suites Yogyakarta Malioboro memperkenalkan tiga kreasi menu baru berbahan dasar singkong, yaitu Dendeng Age, Blebet Pitik Gecok Genem, dan Bendul Telo. Novotel Yogyakarta menampilkan dua menu spesial yaitu Sup Bola Singkong dan Singkong Patty Burger.
Sementara Ibis Yogyakarta Malioboro bermitra dengan pengrajin mie lethek; mie khas Yogyakarta berbahan dasar singkong, Mie Cap Dokar dan menghadirkannya di menu sarapan hotel. Ibis Styles Yogyakarta menyajikan kue tradisional seperti Lemet, Tiwul juga mie singkong yang digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai olahan mie seperti mie ayam.
Saat memberikan sambutan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengapresiasi menu berbahan baku singking. “Sangat disayangkan apabila café-café yang ada menyajikan makanan impor. Singkong goreng enak, direbus juga enak masih ada pisang goreng dan lainnya yang bisa dinikmati dan secara langsung kita juga bisa mensejahterakan petani,” katanya.
Dalam masa covid ini menurut SYL, hanya pertanian yang pertumbuhan ekonominya naik sebesar 16,4 persen. Hal itu menunjukkan pertanian akan terus maju dengan pengembangan semua komoditi yang bisa menjadi pangan lokal yang bermutu. “Kalau tidak bisa makan beras kenapa tidak makan singkong,” tegasnya.
Ditempat yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, acara Fiesta Singkong 2021 menyajikan produk pangan olahan singkong yang memenuhi standar dan kualitas yang diminati pasar, termasuk di hotel.
Ketua Umum MSI Arifin Lambaga menyampaikan, singkong merupakan potensi sumber pangan lokal. Pihaknya kami mengajak masyarakat agar mengubah pola pikir, bahwa beras/nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat, karena masih banyak sumber pangan lokal seperti umbian, sukun, jagung, sagu dan lainnya yang nilai gizinya setara dengan beras.
“Singkong menjadi pendamping beras , makanan yang sehat yang akan hadir di outlet di seluruh Indonesia. Singkong merupakan sumber pangan, sumber energi dan sumber pemasukan bagi masyarakat luas. Singkong banyak sekali produk -produk nya yang dapat membuka peluang kerja dan memperluas rantai pasok penyebaran singkong dan produk olahannya,” tuturnya.
Pada kesempatan itu dilakukan MOU dari berbagai stakeholder termasuk perjanjian kerjasama 4 UMKM di wilayah Yogyakarta dengan 7 hotel Grup Accor di Yogyakarta. Selain itu dilakukan, penyerahan KUR dari Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank BRI kepada beberapa UMKM. Dukungan perbankan diharapkan untuk mengembangkan produksi singkong dan bantuan dari pemerintah kepada kelompok tani berupa pupuk organik untuk budidaya singkong.