Thursday, 22 October 2026


IPDMIP Dongkrak Produktivitas Padi Petani Sidrap

19 Oct 2021, 12:47 WIBEditor : Yulianto

Panen raya kegiatan IPDMIP di Sidrap

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap--- Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah prioritas program Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP). Hal tersebut tak lepas dari potensi sektor pertanian yang besar untuk pengembangan sejumlah komoditas.

Sejak pertama kali digulirkan hingga sekarang, program IPDMIP berhasil meningkatan kualitas SDM petani Sulsel. Seperti terlihat di Desa Tellang Kulo Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Kabupaten Sidrap Ibrahim mengatakan, sejumlah program turunan IPDMIP seperti Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi dan PLEK (Program Literasi Keuangan), mampu mendongkrak hasil panen para petani. “Tanggal 30 September kemarin kami melaksanakan panen raya, luar biasa hasilnya,” ujar Ibrahim melaui keterangan tertulisnya.

Ibrahim menjelaskan, panen yang dilakukan di lokasi SL DI persisnya daerah Tellang Kulo, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 3,3 ton/ha. Hasil ubinannya kini mencapai 5,4 killogram atau setara 8,6 ton/ha. "Kenaikannya cukup tinggi,” ujarnya.

 

Ibrahim bersyukur Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo, terus berkomtimen meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para petani. “Kami yakin jika SDM dan kompetensi petani meningkat, ini akan berdampak terhadap penghasilan mereka. Semoga apa yang dicita-citakan Pak Menteri (pertanian) terealisasi, petani kita lebih sejahtera,” katanya.

Sementara, Menteri Pertanian SYL optimis kegiatan IPDMIP berjalan maksimal, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat perdesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan. “Dengan IPDMIP, kita akan menggenjot produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata SYL.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi. Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu. “Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” kata Dedi.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018