Wednesday, 21 October 2026


Amankan Kesiapan Benih, Petani Minsel PercepatTanam Jagung

26 Oct 2021, 12:58 WIBEditor : Yulianto

Percepatan tanam benih jagung di Minsel

TABLOIDSINARTANI.COM, Minahasa Selatan---Petani Minahasa Selatan menggelar percepatan tanam jagung hibrida varietas JH.37. Kegiatan itu merupakan bagian dari Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan Berbasis Korporasi Petani (P3BTP) di KT. Tetewalanda I, Ds Kawangkoan Bawah  Satu, Kec. Amurang Barat, Kab. Minahasa Selatan. 

Kegiatan percepatan tanam jagung itu dilakukan Plt Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi bersama Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar. Percepatan tanam ini merupakan langkah antisipasi untuk amankan kesiapan benih jagung hibrida untuk kebutuhan pakan ternak awal tahun 2022 untuk wilayah timur secara mandiri.

Sementara itu Franky Donny Wongkar, Bupati Minsel mengatakan, dirinya bangga menjadi Kabupaten terpilih atas program Ditjen Tanaman Pangan Kementan. “Selama ini petani di Minahasa Selatan selalu memperoleh benih jagung hibrida dari luar Sulawesi Utara, bahkan dari pulau Jawa, sehingga biayanya sangat tinggi," katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap petani serius memproduksi benih, tidak lagi menjual berupa jagung konsumsi, namun berupa benih. Sebab, harga jual berupa benih lebih menguntungkan.

Sementara itu Vonny V.E. Wongkar, Ketua Poktan Tetewalanda I, mengungkapkan. dirinya sebagai petani merasa bersyukur dibekali kemampuan teknis cara membuat benih jagung hibrida. Apalagi selalu didampingi oleh Pengawas Benih Tanaman dan mitra agar kami bisa mandiri.

Pada kesempatan yang sama, Mohammad Takdir Mulyadi, Plt Direktur Perbenihan sangat mengapresiasi Provinsi Sulawesi utara yang telah berhasil menerapkan prinsip korporasi perbenihan untuk memenuhi kebutuhan benih insitu di wilayah timur bahkan di kirim ke wilayah Nusa Tenggara Barat.

Takdir mendorong Pemerintah Daerah terus mendukung penyebarluasan produk anak bangsa benih jagung hibrida dari Sulawesi Utara.  “Sulawesi Utara berhasil membuat benih sendiri, saat ini sudah direplikasi membentuk wadah sendiri, mandiri dan bisa mengakses modal sendiri," katanya.

Keberhasilan ini menurut Takdir, tentunya merupakan upaya kerja keras bersama, petani yang sungguh-sungguh memanfaatkan bantuan dari Kementerian Pertanian, petani sukses dan rakyat sejahtera.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan, ke depan, petani dalam sebuah kawasan ini bisa mengakses permodalan melalui bank karena petani tersebut sudah terdaftar dalam korporasi. Petani bisa mengajukan bantuan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan. 

"Hal ini sesuai arahan Mentan (SYL) Semua bantuan pemerintah agar dibentuk kawasan dengan pengelolaan usahatani mulai hulu sampai hilir, dikelola dengan kelembagaan korporasi, saham milik petani dan keuntungan untuk petani," tegas Suwandi.

 

Reporter : Retno/Suharyanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018