
Beras khusus, beras sehat
TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang---Saat ini kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Dengan dukungan kemampuan ekonomi yang semakin kuat, permintaan terhadap komoditas pangan berlabel kesehatan pun kian meningkat.
Karena dipercaya tidak mengandung bahan berbahaya, tapi mengandung zat-zat yang dibutuhkan bagi kesehatan tubuh, seperti antioksidan, vitamin dan mineral, produk pangan tersebut laku dipasaran meski harga jualnya lebih mahal.
Untuk menjawab permintaan pasar tersebut, Balitbang Pertanian telah mengintroduksi beberapa padi varitas unggul tipe baru yang berfungsi khusus untuk kesehatan, dengan kandungan pigmen tinggi dan potensi hasil tinggi.
“Pigmen warna pada beras menunjukkan adanya zat antioksidan yang dinamakan antosianin. Beras merah mengandung satu jenis antosianin, sedangkan beras hitam mengandung dua jenis antosianin,” kata Ir. Ekaningtyas Kushartanti, MP, Penyuluh Pertanian Utama BPTP Jateng saat Temu Koordinasi Perhiptani di Aula BPTP Jateng, Selasa (14/12).

Menurut Ekaningtyas, umumnya semakin gelap warna beras menandakan kemampuan antioksidan yang semakin tinggi. Selain sebagai anti-aging, antosianin bermanfaat untuk mencegah kanker, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. “Sat ini, padi (beras) berpigmen banyak dicari untuk dikonsumsi karena dipercaya dapat berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya.
Eka memngungkapkan, jika selama ini beras merah dan beras hitam dikenal agak kurang enak, kasab dan sepa, kini sudah ada padi varitas khusus bertekstur pulen, bahkan ada yang aromatik. Kondisi ini membuka peluang pasar yang luas untuk memproduksi dan memasarkan beras merah dan beras hitam.
Di Jawa Tengah varitas yang telah di dikembangkan antara lain Pamelen, Jeliteng, Arumba, Baroma, Tarabas dan Nutrizink. Varitas-varitas tersebut diintroduksi kepada petani melalui demfarm dibeberapa kabupaten, ternyata hasilnya cukup baik, bahkan melebihi diskripsi dari Balitbangtan.
Lebih lanjut Ekaningtyas memaparkan, potensi hasil varietas-varietas tipe baru tersebut yang dapat dicapai 39 persen di atas diskripsi dan 61 persen di bawah diskripsi. Demfarm dilakukan di Kabupaten Karanganyar, Purworejo, Banyumas, Purbalingga dan Sragen.
Meski produktiivtas varietas padi tersebut tergolong rendah, Ekaningtyas mengatakan, dengan prosesing dan kemasan yang baik, hasil berasnya mampu dijual dengan harga yang lebih tinggi. Artinya, petani tetap diuntungkan, dan masyarakat yang mendamba beras kesehatan dapat memperoleh produk bermutu tinggi dengan harga wajar.
Ekaningtyas menyampaikan, untuk mendukung program IP 400 yang sedang dilaksanakan, telah tersedia 2 varitas umur sangat genjah. Varitas Cakra buana, beras putih, umur 104 hari setelah sebar, nasi pulen, potensi hasil 10,2 ton/ha. Varitas Padjadjaran, beras putih, umur 105 hari setelah sebar, nasi pulen, potensi hasil 11 ton/ha.
Varietas Beras Khusus