Thursday, 22 October 2026


Banyak Manfaatnya, Pelung Usaha Tani Sorgum Patut Dilirik

14 Feb 2022, 16:28 WIBEditor : Yulianto

Usaha tani sorgum patut dilirik

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Selain jagung, tanaman serealia lain yang potensial dikembangkan adalah sorgum. Dari bulir hingga batangnya memiliki pasarnya tersendiri dengan harga yang tak main-main. Peluang bisnisnya menggiurkan.

Komoditas ini menjadi salah satu tanaman serbaguna yang dapat menjadi sumber pangan alternatif, bahan pakan ternak dan bahan baku industri. Dari beberapa penelitian, sorgum berpotensi untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global karena memiliki daya adaptasi luas, khususnya di lahan kering dan marjinal.

Menariknya, kebutuhan air untuk tanaman sorgum hanya 1/3 dari tebu dan 1/2 dari jagung. Sorgum juga memerlukan pupuk relatif lebih sedikit dan pemeliharaannya lebih mudah. Selain itu, umur panen sorgum lebih cepat 100 – 110 hst (Hari Setelah Tanam) dan sekali tanam dapat diratun 2 – 3 dalam setahun.

Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi menuturkan, sorgum merupakan tanaman serealia potensial karena semua bagian tanaman memiliki nilai ekonomi. Biji sorgum dapat menjadi sumber pangan karena memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan sebagai subtitusi tepung terigu untuk berbagai produk olahan roti dan kue.

Banyak manfaat dari tanaman ini, khususnya yang telah menjadi olahan. Diantaranya, menjaga kadar gula darah, mengatasi penyakit Celiac (tidak bisa mengkonsumsi gluten), menurunkan berat badan berlebih, menjaga kadar kolesterol, mencegah pertumbuhan sel kanker hingga meredakan radang atau bengkak.

Suwandi menambahkan, dilihat dari pohon industri sorgum, ada 23 jenis produk yang bisa dihasilkan dari sorgum, mulai dari batang, daun dan bulir bijinya. Semua bagian sorgum berguna untuk industri pangan, pakan bahkan bioenergi.

Karena itu, sejak tahun 2020 Ditjen Tanaman Pangan Kementan fokus mengembangkan sorgum di di 14 provinsi yakni Aceh, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat. Adapun hasil produksinya sudah mencapai mencapai 8.718 ton dan dikonsumsi hampir 8.282 ton.

Tahun 2020, pengembangan budidaya sorgum di 6 provinsi, 22 kabupaten dengan luasan 3.500 ha. Tahun 2021 di 7 provinsi, 29 Kab dengan luasan 5.000 ha. “Untuk tahun 2022 ini, ditargetkan 10 ribu ha akan dikembangkan sorgum. Kami sudah mempunyai roadmap pengembangan sorgum,” katanya.

Suwandi mengaku optimis pengembangan sorgum secara luas karena Indonesia masih memiliki lahan marginal dan lahan kering seluas 4,05 juta ha yang sangat potensial untuk dikembangkan sorgum. Budidaya sorgum juga sangat mudah bisa 2-3 ratoon dan low input. “Semua bagian memiliki pasarnya sendiri yang bisa digarap korporasi petani,” ungkapnya.

Industri Olahan

Sementara itu Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Gatut Sumbogojati mengatakan, dalam satu bagian tanaman, sorgum  memiliki bagian bulir biji berupa beras sorgum yang bisa diolah menjadi tepung maupun gula cair. Setiap tanaman sorgum memiliki biji 40-100 gram/malai dengan rata-rata produksi biji 6,36 ton/ha dan potensi biji bisa mencapai 8-9 ton/ha.

Sedangkan batang sorgum dapat diperas menjadi nira untuk menghasilkan gula cair, etanol, dan bahan lain tergantung dari pengolahannya. Dari batang sorgum bisa didapatkan nira antara 0,10 – 0,15 liter/batang atau 7,143 – 10,714 liter/ha dengan kandungan gula Brix 12-17%. Namun kandungan gula brix tanaman sorgum ini sangat dipengaruhi lingkungan.

Ampas batangnya sendiri bisa menjadi biomass. Berat batang sorgum 400-800 gram/batang bisa menjadi sumber pakan dan fuel. Bahkan varietas terbaru dari Badan Litbang Pertanian yaitu Bioguma 1, Bioguma 2 dan Bioguma 3 biomassanya mencapai 45-50 ton/ha.

Ampas batang bisa diolah menjadi silase untuk pakan ternak. Seratnya juga bisa diolah menjadi etanol dengan bantuan enzim dengan potensi 4,286 – 6,428 liter/ha etanol atau gula cair. Sedangkan daunnya dapat menjadi sumber pakan ternak yang dapat meningkatkan bobot hewan ternak dan meningkatkan produksi susu ternak.

Reporter : Julian/Gsh
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018