
Kuli panggul beras di gudang Bulog
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Anjloknya harga pangan kerap menghantui petani saat panen raya berlangsung. Sistem resi gudang menjadi alternatif membantu mengatasi kerugian yang dialami petani ketika harga berada di bawah ongkos produksi.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, tantangan yang dihadapi petani pada musim panen raya yakni terjadinya penurunan harga akibat produksi melimpah. Karena itu, adanya Sistem Resi Gudang menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas cadangan dan sistem logistik pangan.
Sistem resi gudang menurut Suwandi juga untuk membantu memperkuat cadangan pangan Pemerintah Daerah. Termasuk, Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dan LPM Berbasis Desa (LPMDes). LPM nantinya bekerjasama dengan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) di setiap lumbung pangan kecamatan.
“Kementerian Pertanian saat ini masif menggelorakan Gerakan Ketahanan Pangan guna memperkuat perekonomian masyarakat hingga nasional sebagai langkah nyata untuk mengantisipasi dampak pandemi covid 19 terhadap ketahanan pangan," ucapnya pada kegiatan webinar Propaktani di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Widiastuti menjelaskan, Bappebti sebagai otoritas akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat perihal manfaat sistem resi gudang. Salah satu manfaat resi gudang untuk menjaga kestabilan harga.
"Tentunya ini sangat membantu para petani dan pemilik komoditas untuk menjaga nilai komoditas yang mereka miliki. Dengan memanfaatkan resi gudang, kesejahteraan para petani dan pemilik komoditas diharapkan meningkat," jelasnya.
Menurutnya, sistem resi gudang merupakan instrumen usaha pascapanen dengan mekanisme tunda jual. Petani atau koperasi menyimpan barang ketika harga jatuh. Saat ini, terdapat 20 komoditas yang bisa memanfaatkan sistem resi Gudang jika mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14/2021.
"Kita akui pemanfaatan resi gudang, khususnya untuk komoditas pertanian seperti gabah dan beras, masih perlu ditingkatkan dan diperluas. Dengan demikian, peran sistem resi gudang sebagai instrumen pemberdayaan pelaku usaha pertanian dapat lebih banyak dirasakan para pelaku usaha pertanian, khususnya petani serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah," terang Widiastuti.
Asisten Manajer Pemasaran Kredit BRI Cabang Wonogiri, Nugroho Edi Purno Atmojo mengaku dukungan terhadap pembiayaan sistem resi gudang merupakan komitmen BRI dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Komitmen ini khususnya di sektor 20 komoditas yang masuk dalam sistem resi gudang. "BRI tentu sangat mendukung sistem resi gudang. Dukungan ini telah dilakukan dalam gudang-gudang sistem resi gudang di berbagai daerah," katanya.
Nugroho mengutarakan, ada beberapa benefit atau manfaat skema subsidi resi gudang yang akan diterima petani. Pertama, pada saat panen raya, kecenderungan harga akan jatuh sehingga petani tidak dapat memperoleh keuntungan yang optimal. Kedua petani dapat memanfaatkan konsep tunda jual yaitu dengan cara menyimpan barang hasil panennya di gudang dan menjualnya ketika harga tinggi.
Ketiga, petani yang menyimpan barangnya di gudang SRG mendapatkan bukti simpan berupa Resi Gudang. Keempat, resi gudang yang digunakan sebagai jaminan ke bank dalam mengakses pembiayaan atau kredit dan mendapatkan subsidi bunga kredit.