Wednesday, 21 October 2026


Panen 10.000 Ha MT 1, Sukoharjo Optimis IP 400 Terpenuhi

06 Apr 2022, 15:38 WIBEditor : Herman

Panen Padi

TABLOIDSINARTAI.COM, Sukoharjo --- Sepuluh ribu hektar tanaman padi di Sukoharjo  telah panen. Itu merupakan panenan MT 1 dari areal program Index Pertanaman ( IP ) 400 di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Dari 16.000 Ha luas sawah berpengairan teknis yang ada, 10.000 Ha diantaranya ikut dalam Program IP 400. Artinya 10.000 Ha sawah tersebut akan diprogram untuk dapat tanam dan panen padi 4 kali dalam setahun.

Pertanyaannya, apakah bisa ? Setahun hanya 365 hari, sedang umur padi rata-rata 110 – 120 hari. Kalau dikali 4 kan sudah ada 440 – 480 hari..manacukup..!

“Bisa dan cukup waktunya..!” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno,SP, Disela kegiatan pemberian penghargaan MURI di desa Tegalmade.

Bagas menegaskan dalam pelaksanaan Program IP 400 mutlak harus dikerjakan adalah rekayasa teknologi dan rekayasa sosial. Rekayasa tekonologi meliputi penyediaan bibit padi super genjah dan genjah, penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) untuk kegiatan percepatan pengolahan tanah, tanam, panen dan sebagainya. Dan yang amat penting adalah irigasi yang tersedia sepanjang tahun.

Di Sukoharjo, bibit padi super genjah yang dapat dipilih antara lain Silugonggo, Dodokan, Inpari 1 dan beberapa galur harapan seperti OM 1490 dan OM 2395, yang hanya perlu 90 hr – 104 hr untuk panen. Sedangkan varitas genjah yang tersedia ada Ciherang, IR64, dan Mekongga yang perlu waktu kurang dari 105-124 hari untuk panen.

Untuk menghemat waktu pembibitan dilakukan diluar areal sawah. Bisa di pekarangan, atau sistem dapok, atau sistem lain. Unit-unit pembibitan diluar lahan sawah ini telah dibentuk, tersebar di desa-desa di Kabupaten Sukoharjo.

Bila dikurangi umur padi di pembibitan, maka waktu yang diperlukan tanaman padi dilahan sawah hanya 70 hr – 84 hr untuk varitas super genjah, dan 85 hr – 104 hr untuk varitas genjah. Untuk mengejar waktu yang tersedia, dalam setahun ditanam 3 kali varitas super genjah dan sekali vareitas genjah.

Bila yang ditanam adalah varitas yang berumur paling pendek, maka masih ada waktu kurang lebih 10 – 15 hari untuk setiap musim tanam yang bisa digunakan untuk pengolahan tanah dan panen. Dalam hal ini gilir varitas sangat perlu dilakukan, agar dapat menghindari munculnya serangan hama dan penyakit.

Pada kesempatan itu Bagas juga menekankan pentingnya ekayasa sosial. Dikatakan olehnya bahwa di Kabupaten Sukoharjo, Program Padi IP 400 didukung sepenuhnya oleh Bupati, Muspika, Camat dan Kepala Desa pelaksana program, untuk mensosialisasikan dan melaksanakan program ini.

Dibantu para Penyuluh Pertanian, semua kelompok tani menyusun program dan jadwal kegiatan pada lahan masing-masing. Tentu saja juga meggunakan mekanisme RDK-RDKK yang berlaku secara nasional. Jadi pada setiap kelompok tani sudah merencanakan sendiri berapa luas tanam, kapan tanam, sarana produksi yang dibutuhkan, dan kapan dibutuhkan alsintan.

“Para pendamping dilapangan secara aktif mengikuti progres yang terjadi, bila ada kendala segera dicarikan solusi. Dalam hal ini TNI dan POLRI secara aktif terlibat mendukung dan membangkitkan semangat petani, terutama bila ada gerakan-gerakan pengendalian hama. Tikus misalnya,” ungkap Bagas.

Disamping itu, kolaborasi juga dijalin dengan semua stake holder yang terlibat. Seluruh distributor, penyalur dan pengecer pupuk serta sarana produksi pertanian. Seluruh produsen, distributor alat mesin pertanian. Pemuka masyarakat, media massa baik media elektronik, media cetak maupun media sosial (medsos).

Bagas, mengatasnamakan Pemda dan petani Sukoharjo, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pemerintah pusat. Karena pemerintah telah mendukung secara nyata Program IP 400 di Kabupaten Sukoharjo, dengan membantu bibit dan sarana produksi paket lengkap untuk 1 MT dan bantuan bibit untuk 3 MT. 

Pada bulan Maret 2022 telah panen MT I seluas 10.000 Ha, dan saat ini lahan persawahan telah kembali menghijau dengan tanaman padi yang berumur 20 -40 hari.

Berbekal pengalaman tahun 2021, Bagas sangat optimis bila Program IP 400 di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2022 akan dapat lebih baik. Dengan kerja keras dan ijin dari Yang Maha Kuasa seluruh rencana yang disusun bersama dengan kelompok tani akan terlaksana tuntas sampai MT ke IV atau tutup tahun. 

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018