
Irjen Kementan, Jan Maringka saat di Singkawang
TABLOIDSINARTANI.COM, SINGKAWANG --- Dialog Jaga Pangan sebagai strategi bersama menghadapi krisis pangan dunia, dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan S. Maringka. Kali ini dari kawasan pesisir Khatulistiwa, Kota Singkawang, sinergi bersama dirintis, Rabu (27/07) malam.
Kementerian Pertanian terus menggugah sinergi berbagai pihak dan seluruh elemen bangsa untuk melakukan penguatan sektor pertanian, ditengah ancaman krisis pangan global.
Tak hanya meningkatkan produksi semata, dukungan immateril agar program Pertanian bisa berjalan dengan baik pun menjadi bentuk upaya Jaga Pangan bagi Tanah Air. Seperti yang diungkapkan oleh Irjen Kementan, Jan S Maringka dalam Dialog Jaga Pangan "Strategi Menghadapi Ancaman Krisis Pangan Global" di Kota Singkawang.
"Inspektorat Jendral bertugas melakukan pengawalan guna percepatan agar pembangunan Pertanian berjalan dengan baik melalui direktorat teknis Kementan, " jelasnya.

Sinergitas ini dilakukan dengan berbagai komponen Pertanian di daerah serta komponen pendukung lainnya. "Agar program-program Pertanian bisa tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran, kita lakukan pengawasan intern di setiap aspek," tambahnya.
Seperti diketahui, Kementan memiliki Program Nasional, Prioritas, serta Super Prioritas seperti Food Estate yang harus dipastikan bisa berjalan dengan baik untuk peningkatan produksi pangan Tanah Air dalam menghadapi krisis pangan global.
Namun di sisi lain, permasalahan dan hambatan di lapangan sesuai karakteristik lokasi tentunya tidak dapat dipungkiri. Seperti di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas, Jan mencontohkan problematika yang dihadapi adalah permasalahan pupuk.
Karena itu, dirinya mendorong agar Pertanian tidak seterusnya menunggu bantuan pemerintah, tetap berswadaya mengembangkan pupuk organik. "Inilah yang perlu dikerjasamakan antar bagian sehingga program Pertanian disini bisa berjalan dengan baik," tuturnya.
Jan sendiri optimis bahwa Pertanian Tanah Air dalam menghasilkan pangan bagi negeri bahkan dunia bisa berjalan dengan baik ditengah ancaman krisis pangan global. Bahkan terus didorong untuk kemandirian pangan di Indonesia.
Berada di wilayah paling barat dari Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan lautan, Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas menjadi wilayah Pertanian di kawasan Pesisir.
Auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan, Nia Juliarti juga berharap agar masing-masing Kabupaten dan Kota bisa menetapkan Perda LP2B, Lahan Pangan Pertanian. "Sehingga menjadi jaminan Lahan Pangan untuk Pertanian tetap tersedia bagi keberlanjutan," tegasnya.
Memanfaatkan potensi lokal juga menjadi upaya kawasan Pesisir Kalimantan Barat seperti Kabupaten Sambas untuk tetap menjaga pangan mereka ditengah ancaman krisis pangan global.
Menanggapi hal ini, Inspektur 3 Itjen Kementan, Fuadi AK, MPA mengatakan Inspektorat Jenderal berkomitmen untuk melakukan kegiatan pengawasan berupa pengawalan kegiatan dari mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan guna mendukung pencapaian target kegiatan.
"Selain itu, kami juga bersinergi dengan BPKP, BPK dan Aparat Penegak Hukum (APH) Melalui Jaga Pangan Jaga Masa Depan dalam rangka mendukung komitmen Kementerian Pertanian membangun Ketahanan Pangan untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan dengan mengedepankan fungsi pencegahan dan early warning system," jelasnya.