Wednesday, 21 October 2026


Penyangga Produksi Nasional, Karawang Mulai Panen Padi

11 Jan 2023, 08:01 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL, panen padi di Karawang

TABLOIDSINARTANI.COM, Karwang---Memasuki awal tahun 2023, beberapa sentra produksi mulai panen padi. Salah satunya di Karawang, Jawa Barat yang memang terkenal sebagai penghasil beras nasional.

Panen padi yang dihadiri Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Wakil Bupati Karawang, Aep Saepulloh berlangsung di Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta, karawang, Senin (9/1). Panen padi varietas Ciherang dan Inpari berada di lahan seluas 2.000 ha

"Kita hadir di sini bersama Wakil Bupati Karawang dan jajaran Kementan, mengawali panen padi 2023. Di kecamatan Jayakerta ini luas panen padi 2.000 hektar dan hasil panen luar biasa 8 ton/ha,” kata SYL.

Kehadiran SYL dalam panen tersebut untuk memastikan produksi padi di Karawang dalam kondisi baik. Sebagai salah satu sentra produksi padi, jika Karawang bermasalag, maka produksi secara nasional bisa terganggu. “Karawang adalah ukuran keberhasilan produksi padi Indonesia," ujarnya.

SYL mengatakan, berdasarkan prognosa atau perkiraan BPS, luas panen padi pada Februari 2023 mencapai 1,4 juta ha dan puncak panen berlangsung pada Maret-April. Jika produktivitas 6 ton/ha, maka akan ada produksi padi lebih kurang 4 juta ton.

Dengan demikian menurut SYL, membuktikan adanya panen raya padi dengan produksi atau ketersediaan beras melimpah. Selama tiga tahun terakhir ini alam di Indonesia sangat bersahabat.

Pada tahun 2023 tentu ada tantangan perubahan iklim ekstrim, sehingga setelah panen paling lama 14 hari harus segera disiapkan penanaman kembali. “Kita berharap penanaman tiga kali setahun, yaitu padi-padi-palawija atau sebaliknya. Kemudian kita pun perkuat sistem logistik pangan," jelasnya.

Intinya tegas SYL, hingga ini tanaman padi yang banjir dan puso masih di bawah ambang batas karena di bawah 2 persen. Khusus di Karawang ini produktivitas padi 8 ton/ha dari biasanya hanya 5-6 ton/hf.

Pada kesempatan itu SYL juga berharap Bulog dapat menyerap gabah di musim panen raya awal tahun 2023 agar cadangan beras nasional kuat dan dapat mengendalikan harga. “Jangan sampai harga dikendalikan pedagang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang, Aep Saepulloh mengatakan, luas panen padi Kabupaten Karawang di bulan Januari 18.103  ha. Produktivitasnya mencapai 8 ton/ha dengan harga gabah menguntungkan petani Rp 6.000- 6.100/kg.

"Hari ini ada bantuan benih padi 500 ha, mesin power trasher. Kami berharap Kabupaten Karawang terus menjadi penyokong kebutuhan beras nasional," tutur Aep.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018