Wednesday, 21 October 2026


Perpadi Prediksi Puncak Panen Padi Maret-April

15 Feb 2023, 08:01 WIB

Revitalisasi penggilingan padi untuk meningkatkan mutu beras

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Ketua Umum Persatuan Pengusaha Perberasan dan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi, Sutarto Alimoeso memprediksi puncak panen raya akan terjadi pada Maret hingga April mendatang. Kondisi tersebut akan membuat beras Indonesia dalam posisi melimpah.

"Jadi di mana dia mau cari gabah akan mudah. Untuk data-data daerah yang akan mulai panen raya sebenarnya Kementerian Pertanian sudah punya datanya. Teman-teman penggilingan juga sudah punya petanya," ujar Sutarto.

Menurut Sutarto, sejumlah petani di beberapa daerah juga sudah ada yang mulai panen pada Januari dan Februari. Di antaranta wilayah Sragen, Demak, Lamongan, Ngawi, dan Karawang. "Setelah itu biasanya disusul oleh Bojonegoro yang akan mulai panen, lalu Madiun dan daerah sentra lainya. Jadi ini panennya mulai dari sedikit-sedikit dulu, baru puncaknya sekitar Maret-April," ujarnya.

Sutarto, daerah pertama yang akan mulai panen raya antara lain Provinsi Jawa Barat seperti Subang, setelahnya ada Karawang, Cirebon, hingga Pamanukan. Sementara Jawa Tengah, panen raya pertama kali akan dimulai dari Kota Demak Pantai Utara, kemudian disusul Pantai Selatan.

Mengenai harga beras yang saat ini melonjak tinggi, Sutarto mengatakan, karena musim paceklik yang biasa terjadi pada Januari hingga Februari. Oleh sebab itu, dia meminta pemerintah untuk lebih intensif melakukan operasi pasar guna merendamkan lonjakan harga beras saat ini.

“Paceklik terberat itu memang sekitar bulan Januari dan Februari ini. Jadi pada saat inilah pentingnya pemerintah hadir dalam arti harus betul-betul intensif melakukan operasi pasar," jelasnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam beberapa bulan terakhir terus memantau jalanya panen raya di Sejumlah sentra. Termasuk daerah penyangga Ibu Kota seperti Bekasi, Karawang, Sukabumi dan Bogor.

Terbaru, SYL melakukan Panen Raya  Padi di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu (10/2). Dalam kunjungannya, Mentan SYL memberikan apresiasi atas kontribusi petani Seluma dalam usaha swasembada beras Indonesia.

Data BPS pada November 2022 menyebutkan, luas panen padi di Bengkulu pada 2022 diperkirakan sebesar 58.664 hektar, meningkat  2.959 hektare (5,31 persen) dibandingkan luas panen padi di 2021. Produksi padi pada 2022 meningkat 19.039 ton GKG (7,02 persen) menjadi 290.156 ton GKG dibandingkan tahun 2021.

Selain padi, komoditas pertanian unggulan Kabupaten Seluma adalah kopi, kelapa sawit, cangkang sawit, dan manggis. Menurut data BPS, cangkang sawit sendiri menyumbang 10,91 persen dari total 23,99 triliun dollar AS hasil ekspor Bengkulu.

Dalam panen ini, Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa benih padi, power threser, pupuk organik cair, serta hand sprayer elektrik. Selain melaksanakan panen padi, Mentan SYL juga mengedukasi petani Seluma untuk membuat biosaka sebagai booster pupuk untuk meningkatkan produksi petani.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018