Wednesday, 21 October 2026


Peneliti IPEC: Data BPS Harus Jadi Rujukan Keputusan

28 Mar 2023, 07:02 WIBEditor : Herman

Panen padi di Pandeglang

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Badan Pusat Statistika (BPS) menjadi lembaga yang mendapat mandat mengeluarkan data statistika produksi pangan. Karena itu, Peneliti Indonesian Politic, Economic and Policy Institute (IPEC), Bramastyo Bontas menilai semestinya data BPS menjadi rujukan.

Data BPS menyebutkan luas panen padi 2022 sebesar 10,45 juta hektar (ha) atau naik 0,39 perrsen dibandingkan 2021 seluas 10,41 juta ha. Ini artinya produksi padi Januari-Februari 2023 lebih tinggi dari periode yang sama ditahun sebelumnya.

Demikian juga produksi beras 2022 sebanyak 31,54 juta ton lebih tinggi 0,18 persen dibandingkan 2021 sebanyak 31,36 juta ton. Bahkan pada 2022 itu neraca produksi dikurangi konsumsi surplus 1,34 juta ton dan pada 2021 surplus 1,31 juta ton. "Ini artinya pada tahun 2022 produksi beras naik dan surplusnya juga naik,” katanya.

Sedangkan pada Januari-Februari 2023 luas panennya juga naik. Begitu juga Ditanya ihwal prediksi Maret-Mei 2023, Bram menilai data BPS bisa menjadi rujukan utama.

"Tapi ya data BPS masih angka perkiraan atau potensi panen, sehingga data prakiraan itu sifatnya lebih cocok untuk antisipasi dan untuk rencana serapan gabah Bulog. Jadi nanti saja setelah dirilis angka tetap baru dianalisis capaiannya," kata Bram.

Untuk itu Bram mengingatkan, agar tidak membandingkan luas panen dari angka prakiraan dengan angka tetap. Seharusnya dua data tersebut dipakai. Sebab, prakiraan panen Februari 2023 lebih tinggi dari angka tetapnya. Sebab, ternyata yang diperkirakan panen Februari bisa bergeser ke panen Maret 2023 karena faktor jenis varietas, umur tanaman, iklim dan lainnya.

Jika ingin membandingkan harus sejajar (apple to apple). Misalnya, antara angka tetap luas panen padi Februari 2023 seluas 940 ribu ha dan Februari 2022 angka tetap seluas 767 ribu ha. Jadi semestinya membandingkan secara sejajar.

"Kalaupun dibandingkan kumulatif dua bulan, maka angka tetap KSA BPS luas panen padi bulan Januari-Februari 2023 seluas 1,39 juta ha. Lebih tinggi 153 ribu ha ketimbang Januari-Februari 2022 yang notabene luasannya 1,23 juta ha," beber Bram.

Terkait data gagal panen, Bram mengatakan, pada Februari 2023 itu seluas 9.000 ha. Jumlah ini sangat kecil atau hanya 0.96 persen dibandingkan luas panen Februari 2023. ”Ini masih sangat aman dan jauh dibawah ambang toleran 4 persen,” ujarnya.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018