Wednesday, 21 October 2026


Mau Aman dari Hama dan Penyakit saat Perubahan iklim? Ini Strateginya

18 Apr 2023, 03:35 WIBEditor : Yulianto

Gerdal OPT di Sergei

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perubahan iklim memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan hama tanaman yang dapat berpengaruh pada lahan pertanian, Karena itu diperlukan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk mengendalikan OPT agar produktifitas tinggi dan peningkatan  pendapatan petani.  

Dalam Bimbingan Teknis Menyiasati Ancaman OPT Ditengah Perubahan Iklim yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Mochamad Nurhidayat dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementan mengatakan, pada tahun 2023 Direktorat Perlindungan Tanaman menargetkan dapat menangani 60,6 persen luas lahan yang terkena DPI (Dampak Perubahan Iklim) dari total luas terdampak.

Lebih lanjut Nurhidayat menjelaskan bahwa ada berbagai macam dampak perubahan iklim terhadap hama tanaman. Mulai dari perubahan keanekaragaman dan kelimpahan serangga hama, perubahan distribusi geografis serangga hama, meningkatnya serangga musim dingin, pertumbuhan populasi yang cepat dan perubahan sinkronisasi antara serangga hama dan tanaman inangnya.

 

“Dampak lain adalah pengenalan tanaman inang alternatif, perubahan ketahanan tanaman inang, perubahan biotipe serangga, perubahan dalam interaksi tritrofik (tanaman, hama, dan musuh alami), kepunahan spesies, perubahan aktivitas dan kelimpahan relatif musuh alami, peningkatan risiko spesies hama invasive, hingga mengurangi kemanjuran teknologi perlindungan tanaman,” tambahnya. 

Strategi Cegah Gangguan OPT

Strategi pengamanan produksi dari gangguan OPT/DPI harus dilakukan sejak  pra tanam sampai menjelang panen. Untuk fase pra tanam meliputi gropyokan, tanam refugia dan memasang rumah burung hantu. Petani juga harus mengolah tanah dengan bajak singkal, akses prakiraan cuaca (BMKG), petakan daerah endemis OPT & rawan banjir/kekeringan, normalisasi jaringan irigasi dan penampung air, menyiapkan sumur/tek, biopori, pompanisasi jika air terbatas, hingga daftar AUTP.  

Untuk fase tanam beberapa kegiatan yang bisa dilakukan memilih varietas toleran terhadap OPT/genangan/kekeringan, seed treatment, tanam serentak, pengambilan kelompok telur penggerek batang, aplikasi agen pengendali hayati, hingga aplikasi karbofuran jika diperlukan.

Pada saat vegetatfi meliputi pengamatan rutin OPT dan DPI, pengaturan air, eradikasi selektif tanaman terserang virus kerdil. Petani bisa mengaplikasi agens pengendali hayati/pestisida nabati jika OPT dibawah ambang pengendalian. Sedangkan, aplikasi pestisida kimia jika OPT di atas ambang pengendalian, dan pompanisasi in-out sesuai keadaan banjir/kekeringan.

Sedangkan untuk fase generative bisa dilakukan pengamatan rutin OPT dan DPI, aplikasi agens pengendali hayati/pestisida nabati jika OPT di atas ambang pengendalian. Sedangkan aplikasi pestisida kimia jika OPT di atas ambang pengendalian, dan pompanisasi in-out sesuai keadaan banjir/kekeringan

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018