
Hitungan pendapatan brigade pangan
TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah pimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian melalui program Brigade Swasembada Pangan. Dalam program ini, petani milenial berpotensi memperoleh penghasilan Rp10 juta per bulan, bahkan lebih lagi. Seperti apa perhitungannya?
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch Arief Cahyono menjelaskan, estimasi penghasilan tersebut sangat memungkinkan untuk diraih oleh para petani muda yang bergabung dalam brigade. Kementan telah melakukan analisis usaha tani secara rinci agar program ini memberikan hasil optimal.
“Setiap Brigade yang terbentuk beranggotakan 15 orang dengan mengelola lahan 200 hektar. Mereka akan mengelola lahan selama 5 tahun agar pendapatannya optimal,” ujar Arief dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.
Arief menjelaskan, dengan produktivitas rata-rata 5 ton per hektare, potensi produksi mencapai 1.000 ton gabah kering panen (GKP) dan asumsi harga gabah Rp6.000 per kilogram, maka total pendapatan kotor brigade dapat mencapai Rp6 miliar.
Potensi penghasilan Rp10 juta per bulan bahkan bisa lebih besar jika pengelolaan dilakukan secara lebih efisien dan produktif. Jika mampu tanam 2–3 kali dalam setahun, hasilnya tentu akan meningkat. Apalagi pemerintah telah menghibahkan alat dan mesin pertanian senilai Rp3 miliar untuk dikelola brigade selama lima tahun,” jelas Arief.
Klaster pertanian modern seluas 1,3 juta ha melalui optimalisasi lahan dan cetak sawah. Klaster ini menggunakan teknolog hulu hilir dan menggerakan milenial. Lokasinya di wilayah yang sulit tenaga kerja yakni di Merauke (Papua), Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Aceh, Jambi, Riau dan Sumatera Selatan dan Bengkulu.
"Mentan Amran ingin anak-anak muda terlibat dalam sektor pertanian dengan jaminan keuntungan serta penggunaan teknologi tinggi. Ini merupakan tantangan menarik untuk kreativitas dan semangat kerja keras generasi milenial,” kata Arief.