Penggilingan padi mitra Bulog
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Untuk membantu penyerapan beras, pemerintah akhirnya menurunkan aturan derajat sosoh beras dari 100 persen menjadi 95 persen. Sebelumnya dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 2 Tahun 2025, ditetapkan derajat sosoh sebesar 100 persen.
Namun Keputusan tersebut direvisi kembali dengan keluarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 14 Tahun 2025. Namun dalam regulasi baru tersebut tidak menyebutkan standar kualitas gabah dan beras yang akan dibeli Perum Bulog. Pemerintah hanya menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp 6.500/kg.
“Kita semua sepakat mengamankan 3 juta ton gabah setara beras. Kemudian kami sampaikan, atas permintaan Menteri Pertanian Amran dan Perpadi, derajat sosoh 100 persen kami turunkan menjadi 95 persen sehingga diharapkan bisa membantu penyerapan Bulog,” kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi sekaligus Ketua Dewan Pengawas Bulog.
Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi dan penandatanganan komitmen bersama serap gabah petani antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Bulog dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) yang berlangsung di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 2 Tahun 2025, pemerintah menetapkan beberapa standar penyerapan beras oleh Bulog. Diantaranya, kadar air (KA) dan kadar hampa (KH) untuk gabah dan derajat sosoh untuk beras.
Untuk mengakomodasi aspirasi petani dan meningkatkan penyerapan, menyesuaikan derajat sosoh menjadi salah satu solusinya. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa menyesuaikan derajat sosoh menjadi 95 persen tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas beras.
Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso menjelaskan, derajat sosoh berkaitan dengan daya simpan beras. “Ada keputusan yang menarik kaitannya dengan derajat sosoh. Kalau secara teknis perberasan, makin tinggi derajat sosohnya sebenarnya kandungan vitaminnya makin berkurang. Tapi untuk disimpan lama biasanya derajat sosoh memang harus lebih baik,” katanya.
Sutarto menekankan bahwa beras dengan derajat sosoh 95 persen mempunyai kualitas yang baik dan daya simpan yang masih bagus. Dengan penyesuaian derajat sosoh tersebut, petani dan pengusaha penggilingan optimistis dapat mengejar target penyerapan 3 juta ton.
“Jadi 95 persen saya kira sudah sangat baik. Jadi nanti yang (beras) kecil-kecil pun bisa mampu langsung untuk setor ke Bulog sehingga insya Allah menuju 3 juta itu kita bisa lakukan,” ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah menegaskan komitmennya mencapai swasembada pangan dengan menargetkan penyerapan 3 juta ton setara beras hingga April 2025.