Wednesday, 21 October 2026


Kementan Genjot Produksi Padi di Muaro Jambi, Lahan Rawa Disulap Jadi Sawah Produktif

05 Feb 2025, 19:56 WIBEditor : Gesha

Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat peningkatan produksi padi di Muaro Jambi dengan mengoptimalkan lahan rawa. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Muaro Jambi -- Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat peningkatan produksi padi di Muaro Jambi dengan mengoptimalkan lahan rawa. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengoptimalkan lahan rawa di Kabupaten Muaro Jambi guna meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan nasional.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah dengan menetapkan target Oplah tahun 2024 seluas 1.259 hektar, dengan target luas tanam sebesar 1.115,83 hektar, yang hingga kini telah tercapai 88,56 persen. 

Sebagai bagian dari komitmennya, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, yang bertanggung jawab atas Satuan Tugas Optimalisasi Lahan (Oplah) Kabupaten Muaro Jambi, bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Muaro Jambi untuk mendorong peningkatan angka realisasi tanam dan produksi padi.

Kerja sama ini diharapkan dapat mencapai swasembada pangan nasional.

Dalam upaya ini, berbagai pihak turut berperan, seperti Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi, Komandan Kodim 0415/Jambi, Babinsa Wilayah BP, Koordinator Penyuluh Kecamatan, termasuk tim Brigade Pangan Kabupaten Muaro Jambi.

Kabupaten Muaro Jambi sendiri memiliki enam Brigade Pangan yang siap mendukung implementasi program, menjadi motor penggerak di lapangan.

Dinas TPH Kabupaten Muaro Jambi juga menegaskan kesiapan mereka dalam persiapan Oplah 2025. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk Survey Investigasi Desain (SID) lahan, pengawalan CPCL (Calon Petani Calon Lahan), dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keberhasilan program.

Namun, pengelolaan air di lahan rawa tetap menjadi tantangan utama.

Alih-alih kekurangan air, daerah ini sering mengalami kelebihan air yang sulit dikendalikan.

Rapat koordinasi multisektor membahas solusi untuk mengatasi masalah ini dengan meningkatkan sinergi antar-pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air.

Optimalisasi lahan rawa di Muaro Jambi memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi padi.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, TNI, penyuluh, dan Brigade Pangan, diharapkan target-target produksi dapat tercapai sesuai jadwal.

Yoyon Haryanto, Direktur Polbangtan Bogor, mendukung penuh program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Jambi.

Ia menegaskan bahwa tim pendampingan siap diterjunkan dan hasil nyata sudah terlihat dari pencapaian target Oplah yang signifikan.

"Dengan upaya dan koordinasi yang baik, kami optimis target produksi padi di Muaro Jambi dapat tercapai, mendukung ketahanan pangan nasional, dan memberikan manfaat langsung bagi petani," ujar Yoyon.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa melalui berbagai program dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta petani, Kementerian Pertanian berupaya untuk mencapai target produksi padi nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga menekankan bahwa kolaborasi multisektoral sangat penting dalam meningkatkan produksi padi.

Ia menambahkan bahwa kerja sama yang erat antara berbagai pihak akan membantu Indonesia mengantisipasi potensi krisis pangan dan mencapai swasembada pangan.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan keberhasilan program swasembada pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di Muaro Jambi.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018