Tuesday, 20 October 2026


Kunjungan Jawa Tengah, Dirjen TP : Kawal Serapan Gabah dan Percepatan Tanam

26 Feb 2025, 16:55 WIBEditor : Herman

Kegiatan Monev Tanaman Pangan Jawa Tengah

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang -- Selama lima hari penuh, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Yudi Sastro, SP., MP., bersama tim, melakukan safari kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

Kunjungan yang berlangsung pada 11-15 Februari 2025 ini bertujuan untuk memantau serapan gabah serta percepatan tanam di berbagai daerah, termasuk Demak, Pati, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Klaten, dan Sukoharjo.

Didampingi tim dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yudi Sastro melakukan monitoring terhadap perkembangan tanam padi dan hasil panen serta memberikan dukungan kepada para petani. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional.

Pada 14 Februari 2025, rombongan tiba di Kabupaten Sukoharjo dan diterima di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru. Di lokasi ini, Yudi Sastro berdialog langsung dengan petani dan pelaku usaha pertanian. Ia mengungkapkan optimisme bahwa program swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat dari yang ditargetkan.

“Melihat semangat para petani serta dukungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait di Sukoharjo, saya yakin swasembada pangan bukan hanya bisa tercapai, tetapi mungkin lebih cepat dari yang direncanakan,” ujar Yudi Sastro.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga harga pokok pembelian (HPP) gabah di angka Rp 6.500 per kilogram agar petani tetap semangat dalam bertani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, SP., M.Si., yang turut mendampingi kunjungan tersebut bersama perwakilan dari Kodim dan Polres, menyatakan bahwa kebijakan HPP gabah dan beras telah memberikan dampak positif bagi petani.

“Dengan adanya kepastian harga dan berbagai bantuan dari pemerintah, semangat petani untuk menerapkan pola tanam IP 400—yakni menanam padi empat kali dalam setahun—semakin meningkat,” jelas Bagas.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan harga gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan harga beras sebesar Rp 12.000 per kilogram yang dibeli oleh Bulog. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Dirjen Tanaman Pangan juga memberikan arahan terkait strategi peningkatan luas tanam dan produksi padi. Selain itu, ia turut meninjau pelaksanaan berbagai program pemerintah yang bertujuan mendukung pencapaian swasembada pangan.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), seperti yang tercantum dalam Berita Resmi Statistik (BRS BPS) No. 15/02/Th.XXVIII tanggal 3 Februari 2025, luas tanam dan produksi padi pada periode Januari-Maret 2025 diperkirakan mengalami peningkatan. Bahkan, produksi di Jawa Tengah diprediksi melampaui Jawa Timur dan Jawa Barat.

Kenaikan ini merupakan hasil dari meningkatnya realisasi tanam pada Oktober-Desember 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan peningkatan luas tanam tersebut, luas panen pada Januari-Maret 2025 juga dipastikan bertambah secara signifikan. Akibatnya, jumlah produksi padi yang dihasilkan turut melonjak dalam periode tersebut.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto, SP., MP., membenarkan proyeksi peningkatan produksi padi tersebut. Menurutnya, kondisi pertanaman padi di lapangan menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

“Fakta di lapangan membuktikan bahwa pertumbuhan padi sangat optimal. Meski ada kendala seperti bencana banjir dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dampaknya masih relatif kecil terhadap total produksi,” jelas Supriyanto.

Dengan berbagai upaya percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, Jawa Tengah berpotensi menjadi lumbung padi utama nasional. Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin target swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat dari yang direncanakan.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018