Sunday, 18 October 2026


Brigade Dinas Pertanian Turun Tangan, Panen di Kepanjen Efisien dan Cepat

16 Jul 2025, 10:28 WIBEditor : Herman

Brigade Dinas Pertanian dukung Panen Raya Kepanjen

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang — Upaya mewujudkan swasembada pangan terus digalakkan Kementerian Pertanian. Salah satu kunci suksesnya adalah percepatan budidaya dan pengolahan hasil panen melalui pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan).

Selain mempercepat proses kerja di lapangan, Alsintan juga menjadi jawaban atas tantangan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor. Menurutnya, teknologi pertanian harus dioptimalkan agar Indonesia mampu berdiri tegak sebagai lumbung pangan dunia.

“Tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan. Semua pihak harus bergandengan tangan,” ujar Santi.

Semangat tersebut begitu terasa saat Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, menggelar panen raya padi. Dipimpin Kepala Brigade Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Ir. Avicenna M. Saniputera, kegiatan panen berlangsung lancar, cepat, dan efisien.

Kehadiran para penyuluh pertanian dari BPP Kepanjen seperti Zedin Oktavia, Sirojut Tamam, Silviana Kusuma Wardhani, dan Winarni, semakin menambah kekuatan di lapangan. Tak ketinggalan, unsur TNI melalui Letkol Suharto dari Kostrad turut hadir, menegaskan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Brigade Dinas Pertanian hadir bukan hanya untuk mendampingi, tetapi juga membawa perubahan nyata. Dengan menggunakan alat mesin pertanian modern seperti Combine Harvester bantuan dari Kementerian Pertanian, panen raya berjalan lebih efektif.

Hasil padi dapat dipanen dengan cepat, kerusakan dapat diminimalisir, dan biaya operasional petani pun jauh lebih ringan.

“Brigade ini bukan hanya membantu teknis panen, tapi mengubah cara kerja petani. Semua serba cepat, hasilnya lebih bersih, kualitas gabah juga meningkat,” ujar Avicenna saat ditemui di sela-sela panen.

Selama ini, petani kerap menghadapi tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja dan biaya panen yang terus meningkat. Namun dengan kehadiran Brigade Dinas Pertanian, persoalan tersebut mulai teratasi.

Petani merasa lebih tenang karena mendapat pendampingan penuh mulai dari persiapan lahan hingga pengangkutan hasil panen.

Bukan hanya soal kecepatan, panen raya ini juga menjadi momentum kebersamaan. Petani, pemerintah, penyuluh, dan TNI bergotong royong di tengah sawah, memastikan setiap butir padi dapat dipanen dengan baik. Semangat swasembada pangan terasa nyata di lapangan, bukan sekadar jargon.

Panen raya di Kepanjen menjadi bukti bagaimana kehadiran Brigade Dinas Pertanian mampu menghadirkan dampak positif langsung bagi petani. Di saat banyak daerah menghadapi tantangan sektor pertanian, Kepanjen justru menunjukkan optimisme bahwa dengan kolaborasi dan teknologi, hasil panen bisa terus meningkat.

Reporter : Zedin Oktavia
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018