Wednesday, 21 October 2026


Bulog DKI Jakarta-Banten Mulai Gelontorkan Bantuan Pangan

18 Jul 2025, 14:07 WIBEditor : Yulianto

Perum Bulog wilayah Jakarta-Banten mulai menggelontorkan bantuan panga

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Perum Bulog wilayah Jakarta-Banten mulai menggelontorkan bantuan pangan kepada masyarakat dengan jumlah 20 kg untuk alokasi 2 bulan (Juni-Juli). Salah satunya di wilayah Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jakarta-Banten, Rizki Puspitasari mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan pangan (beras) kepada masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial. Untuk wilayah Jakarta ada sebanyak 218.921 KPM (keluarga penerima manfaat) dengan alokasi 10 kg perbulan.

Data Kanwil Bulog Jakarta-Banten, wilayah Jakarta Barat sebanyak 54.545 KPM, Jakarta Pusat 33.240 KPM, Jakarta Selatan 36.590 KPM, Jakarta Utara 48.418 KPM dan Kepulauan Seribu 1.848 KPM.

”Karena seluruh Jakarta mencapai 218 ribu penerima bantuan pangan, sehingga total yang akan kita salurkan sebanyak 4 ribu ton lebih untuk alokasi 2 bulan Juni dan Juli,” kata Rizky saat pemberian bantuan pangan di bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Kamis (17/7).

Penerima bantuan pangan tersebut menurut Rizky, sudah melalui verisifikasi di Kementerian Sosial bahwa orang atau keluarga penerima manfaat wajar penerima bantuan pemerintah tersebut. Namun secara umum adalah warga atau masyarakat yang tergolong berpendapatan rendah.

”Jadi kami mendapatkan data dari Kementerian Sosial atau Dinas Sosial yang kemudian diturunkan ke Badan Pangan Nasional, selanjutnya diberikan ke Bulog untuk menyalurkan bantuan ke penerima manfaat,” katanya.

Dikatakan, titik bagi bantuan pangan ini adalah di kelurahan dan balai desa atau lokasi yang terdekat dan mudah dijangkau masyarakat. Untuk memastikan bantuan pangan tersebut tidak salah sasaran, peneriman akan diverifikasi dengan menujukkan KTP dan Kartu Keluarga. ”Karena sesuai data DTSEN, inshaa Allah penyaluran akan tepat sasaran,” ujarnya.

Bagaimana mengawasi bantuan pangan agar tidak salah sasaran? Rizky menegaskan, pihaknya telah menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi pada saat penyaluran dan pasca penyaluran.

”Saat evaluasi kami melibatkan instansi, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial dan berkolaborasi dengan TNI dalam hal ini Babinsa yang standby dalam pelaksanaan penyaluran,” tuturnya.

Bahkan lanjut Rizky, pihaknya juga sudah menyiapkan data pengganti jika ada calon penerima berpindah tempat tinggal. Namaun demikian, penerima bantuan pangan tidak bisa dipindahtangankan ke orang lain.

”Jadi sudah terdata secara sistem, sehingga tidak bisa pindah tangan. Tapi kita ada mekanisme PBP pengganti, sistem sudah mengakomodir, termasuk dalam kondisi tertentu seperti meninggal,” katanya.

Sementara jika ada penerima bantuan pindah tempat tinggal, Rizky dapat diganti dengan cadangan yang sudah terdata di data DTSEN. ”Warga yang pindah tempat tinggal tersebut sudah tidak lagi mendapat alokasi bantuan di lokasi tempat tinggal semula,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Tanjung Barat, Rizki Wijaya mengatakan, penerima bantuan tersebut berasal dari usulan dari bawah yakni tingkat RT dan mereka sudah terverifikasi benar-benar berhak atas bantuan pangan tersebut. Di Kelurahan Tanjung Barat, ada sekitar 855 peneriman bantuan pangan sebanyak 10 kg/bulan.

”Di Kelurahan Tanjung Barat saya akau ada penurunan jumlah penerima. Mudah-mudah penerima adalah mereka yang benar-benar  berhak,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018