Wednesday, 21 October 2026


Mentan Siapkan Jambi Jadi Lumbung Pangan, Bidik Ekspor ke Negara Tetangga

24 Jul 2025, 16:29 WIBEditor : Herman

Mentan Amran Bersama Petani Kerinci Jambi

TABLOIDSINARTANI.COM, Kerinci --- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya dalam menjadikan Kabupaten Kerinci sebagai pusat produksi pangan strategis di Provinsi Jambi.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, wilayah ini diharapkan tak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga mampu menjadi penyuplai bagi daerah sekitarnya bahkan hingga ke mancanegara.

“Ini langkah menuju swasembada. Kami siapkan 12 ribu hektare untuk program optimasi lahan,” kata Mentan Amran saat menghadiri kegiatan Gerakan Percepatan Tanam di Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Rabu (23/7).

Mentan menjelaskan, selain membuka 12.000 hektare lahan melalui program Oplah, Kementerian Pertanian juga menggelontorkan berbagai bentuk bantuan seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jaringan irigasi, serta dukungan teknis lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menuju swasembada beras di Provinsi Jambi sekaligus upaya menekan inflasi akibat ketergantungan pada pasokan dari provinsi lain.

“Kami ingin Jambi mandiri dalam hal beras, tidak perlu lagi mengambil dari luar. Bahkan ke depan, dalam 2-3 tahun, kita targetkan bisa ekspor ke Singapura dan Malaysia,” ujarnya optimis.

Amran menilai Kabupaten Kerinci memiliki potensi luar biasa karena saat ini saja sudah mengalami surplus beras. Menurutnya, dengan peningkatan kapasitas dan dukungan infrastruktur, Kerinci bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Jambi.

“Potensinya besar. Sekarang saja Kerinci sudah surplus. Tinggal kita dorong agar bisa menyuplai kabupaten lain, bahkan luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci, Monadi, memaparkan bahwa produksi padi daerahnya pada tahun 2024 mencapai 87.791 ton dari luas panen 16.332 hektare. Dengan produktivitas rata-rata 5,3 ton per hektare, tercatat ada surplus sekitar 30.887 ton beras.

“Kami optimistis bisa meningkatkan produksi, terutama jika indeks pertanaman bisa dinaikkan dari satu menjadi dua kali panen per tahun. Namun tentu, dukungan irigasi menjadi kunci penting di wilayah kami,” jelas Monadi.

Senada dengan itu, Gubernur Jambi Al Haris turut menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat. Ia mencatat adanya tren peningkatan produksi pasca-pandemi COVID-19 dan menilai kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru telah memberikan semangat baru bagi petani.

“Dulu saat COVID-19, harga gabah turun dan banyak petani alih fungsi lahan. Tapi sekarang harga sudah bagus dan aturan soal larangan alih fungsi lahan sudah diterapkan. Kondisi produksi kita kini jauh lebih stabil,” ujarnya.

Reporter : Rafi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018