Wednesday, 21 October 2026


Perluas Pasar Beras SPHP, Bulog Gandeng Polri

14 Aug 2025, 15:17 WIBEditor : Yulianto

Bulog bersama Polri jalin kerjasama penjualan beras SPHP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum BULOG bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Satuan POLRI di seluruh Indonesia. Pelaksanaan GPM Beras SPHP oleh POLRI merupakan upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan harga beras di tingkat konsumen.

“Sinergi ini menjadi kekuatan dalam memasifkan penyaluran beras SPHP, memastikan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan, tepat harga dan tepat sasaran,” ungkap Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Mokhamad Suyamto usai Rapat Koordinasi hybrid  yang dipimpin langsung Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) POLRI dan Jajaran Direksi Perum BULOG serta diikuti seluruh Satuan POLRI di tingkat daerah.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kedua instansi menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan harga beras. Program SPHP merupakan penugasan Pemerintah kepada Perum BULOG melalui BAPANAS dengan tujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tingkat konsumen.

Program ini berlangsung selama periode Juli hingga Desember 2025 dengan target penyaluran sebesar 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia. Pembelian beras SPHP oleh konsumen dibatasi sebanyak 2 pak, atau 10 kg dengan tujuan agar dirasakan lebih merata oleh lebih banyak masyarakat.

Suyamto mengatakan, kebijakan pemerintah melakukan pembatasan jalur distribusi beras SPHP yakni tidak akan masuk ke pasar grosir. Dalam penyaluran beras SPHP hanya melalui pengecer resmi seperti pedagang pasar rakyat, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), ritel modern, dan mitra Rumah Pangan Kita (RPK).

Selain melalui pedagang eceran tersebut, pendistribusian beras SPHP dilakukan melalui Pemerintah Daerah melalui outlet pangan binaan dan GPM, BUMN (BULOG, ID Food, PT Pos Indonesia, PTPN, dan PIHC) melalui outlet BUMN, dan Instansi Pemerintah (K/L, TNI, POLRI dan lainnya.

Harga beras SPHP yang dijual dalam GPM Beras SPHP kerjasama BULOG dan POLRI akan mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai dengan wilayahnya masing-masing.

Pertama, Untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi sebesar Rp 12.500/kg. Kedua, untuk wilayah Sumatera kecuali Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, dan Kalimantan harganya Rp 13.000/kg. Ketiga, untuk wilayah Maluku dan Papua Rp 13.500/kg.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara BULOG dan POLRI, ditambah pemanfaatan teknologi dan dukungan regulasi dari Bapanas, Suyamto mengatakan, GPM beras SPHP diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan sistem ketahanan pangan nasional. Dalam waktu dekat, program ini akan dijalankan serentak di berbagai provinsi, menyasar pasar-pasar rakyat dan wilayah padat penduduk.

”Dengan melibatkan POLRI, pemerintah memastikan pelaksanaan SPHP dilakukan secara disiplin, transparan, dan menyeluruh. Pengawasan ketat dan sistem pelaporan berbasis digital menjadi dua komponen utama dalam menjamin keberhasilan program ini,” tuturnya.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merupakan penugasan Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang tertuang dalam Surat Kepala Bapanas Nomor 173/TS.02.02/K/7/2025 tertanggal 8 Juli 2025. Program ini berlangsung di periode bulan Juli sampai dengan Desember 2025 dengan target penyaluran sebesar 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, BULOG dan POLRI telah menjalin kerja sama dalam pelaksanaan penyerapan jagung dalam negeri. Polri mendukung semaksimal mungkin program serapan 1 juta ton dalam rangka mewujudkan swasembada pangan komoditas jagung. Bahkan pihaknya akan memperluas lahan 1 juta ha kebun jagung. Selain itu membangun infrastuktur berupa 18 gudang di 12 daerah untuk mendukung program tersebut

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018