Wednesday, 21 October 2026


Amankan Produksi Pangan, SIFORTUNA Andalan Pengendalian OPT Nasional

20 Dec 2025, 07:40 WIBEditor : Herman

Kegiatan Focus Group Solution (FGS) Nasional di Yogyakarta.

TABLOIDSINARTANI, Magelang --- Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) di bawah Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, terus menegaskan peran strategisnya dalam mendukung swasembada pangan nasional. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional (SIFORTUNA) yang dikonsolidasikan dalam kegiatan Focus Group Solution (FGS) Nasional di Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 Desember 2025 di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang ini diikuti oleh admin SIFORTUNA dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. 

FGS menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, mempercepat adopsi, serta memperkuat pemanfaatan SIFORTUNA sebagai sistem peringatan dini Organisme Pengganggu Tumbuhan berbasis data.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sambutannya mengapresiasi kepercayaan BBPOPT yang memilih Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. 

Ia menegaskan bahwa SIFORTUNA sejalan dengan visi Pemerintah DIY dalam pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian, khususnya untuk meningkatkan efisiensi pengendalian OPT berbasis data dan peringatan dini.

Dukungan lintas sektor turut menguat dalam forum tersebut. 

Badan Intelijen Strategis TNI yang diwakili Dansat Intel Medis BAIS TNI menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung penguatan SIFORTUNA.

 Keterlibatan TNI disebut sebagai bagian dari kolaborasi strategis lintas sektor dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional. 

BAIS TNI juga menyatakan kesiapan memberikan masukan hingga ke pimpinan tertinggi TNI agar SIFORTUNA dapat dimanfaatkan dan disosialisasikan pada jajaran TNI.

Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto dalam paparannya menegaskan bahwa SIFORTUNA dikembangkan untuk mengamankan produksi pangan dari ancaman OPT secara berkelanjutan, bukan sekadar mengejar peningkatan produksi sesaat. 

Menurutnya, peramalan dan pengendalian dini yang tepat dapat menekan risiko kehilangan hasil panen sehingga produktivitas meningkat secara alami.

Ia juga menyampaikan lima peran utama SIFORTUNA dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Mulai dari pengamanan produksi swasembada pangan, penguatan sistem peringatan dini OPT, dasar kebijakan perlindungan tanaman, hingga penurunan risiko kehilangan hasil panen.

Yuris menegaskan pengembangan SIFORTUNA akan terus dilakukan seiring perkembangan teknologi.

 Aplikasi ini diarahkan menjadi sistem peringatan dini nasional berbasis risiko dan kolaborasi, dengan menekankan sinergi antara pusat dan daerah, POPT, penyuluh, akademisi, hingga aparat negara, guna mewujudkan satu data pertanian yang akurat dan terpercaya.

FGS SIFORTUNA dirancang bukan sekadar forum diskusi, tetapi sebagai wadah penyelarasan misi, perumusan aksi nyata, dan percepatan adopsi di seluruh wilayah kerja.

 Fokus kegiatan adalah memastikan SIFORTUNA digunakan secara konsisten oleh admin, POPT, hingga petani sebagai bagian dari aktivitas pertanian sehari-hari.

Dalam forum tersebut disepakati bahwa SIFORTUNA merupakan instrumen strategis peramalan OPT yang berfungsi mempercepat diseminasi informasi, memperkuat sistem peringatan dini, serta menjadi dasar pengambilan keputusan pengendalian OPT berbasis risiko.

Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan, antara lain prakiraan serangan OPT, evaluasi peramalan, monitoring berbasis citra satelit, serta pustaka dan kalkulator OPT yang aplikatif.

Rumusan FGS juga menegaskan bahwa adopsi SIFORTUNA bukan hanya soal mengenal aplikasi, tetapi membangun kepercayaan, kemudahan penggunaan, dan keyakinan bahwa data yang disajikan benar-benar membantu pengambilan keputusan di lapangan.

 Strategi percepatan nasional disepakati melalui prinsip gerak serempak berjenjang dari admin, POPT hingga petani, massive awareness, massive monitoring, serta penerapan sistem insentif dan pengakuan kinerja.

FGS ini difasilitas Dinar Dwi Astika selaku Lead Facilitator, yang berperan penting dalam membangun ekosistem kolaboratif SIFORTUNA.

 Melalui pendekatan penyusunan rencana aksi per wilayah, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menyusun langkah percepatan adopsi yang terukur dan realistis.

Dalam kesempatan yang sama diperkenalkan logo baru SIFORTUNA sebagai simbol transformasi wajah baru, energi baru, dan semangat baru, yang merepresentasikan perpaduan data, teknologi, dan kondisi lapangan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Hasil evaluasi menunjukkan respons peserta yang sangat positif.

Sebanyak 76,55 persen peserta menilai fasilitator sangat baik, sementara 70,09 persen menilai penyelenggaraan FGS sangat baik dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. 

Peserta menilai kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pentingnya data, menumbuhkan rasa memiliki terhadap SIFORTUNA, serta memperkuat jejaring lintas provinsi.

FGS juga menghasilkan berbagai masukan dari daerah, antara lain kebutuhan pelatihan berkelanjutan, penguatan kompetensi POPT, dukungan sarana dan prasarana, serta monitoring rutin agar adopsi SIFORTUNA berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Hasil konsolidasi nasional tersebut kini berlanjut pada level yang lebih strategis dengan ditampilkannya SIFORTUNA sebagai salah satu sumber data dalam Dashboard Situation Room Presiden Republik Indonesia. 

Masuknya SIFORTUNA ke dalam ruang kendali kebijakan tertinggi negara menegaskan bahwa sistem yang dikembangkan BBPOPT telah memenuhi standar kecepatan, ketepatan, dan akurasi data untuk pengambilan keputusan nasional, khususnya dalam mendukung swasembada pangan.

Sebagai peneguhan komitmen, FGS Nasional SIFORTUNA ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama admin SIFORTUNA se-Indonesia.

Ini sebagai simbol gerak serempak nasional dalam mengawal masa depan pangan bangsa.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018