Wednesday, 21 October 2026


Panen Raya Padi Meluas, Kementan Pastikan Stok Pangan Aman

30 Mar 2026, 14:50 WIBEditor : Yulianto

Panen meluas, termasuk di Kutai Kartanegara

TABLOIDSINARTANI.COM, Kutai Kartanegara---Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa produksi pangan nasional saat ini mampu menjamin kecukupan stok. Kementan mencatat posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog telah mencapai lebih dari 4 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian ini semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran

Momentum panen raya yang terjadi secara serentak di sejumlah daerah turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Kondisi tersebut tercermin di berbagai sentra produksi. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, panen padi dilakukan di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan berbasis desa yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani.

Program tersebut mengelola lahan seluas 350 hAdengan melibatkan 350 petani, yang mana sebagian lahan telah memasuki fase produktif. Model kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan sektor swasta ini menjadi contoh penguatan produksi pangan berbasis wilayah.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri menyampaikan, keberhasilan panen ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju penguatan sektor pertanian. “Panen hari ini adalah bukti nyata komitmen kita menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur," katanya.

Saat ini Kutai Kartanegara ada memiliki 13 ribu halahan padi sawah produktif. Fokus ke depan kata Aulia, pihaknya akan meningkatkan produktivitas padi dari 5 ton menjadi 6 ton per hektar melalui ekstensifikasi dan mekanisasi.

Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro menegaskan, pentingnya peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi.

“Peningkatan luas tambah tanam (LTT) merupakan strategi utama danalm menjaga stabilitas produksi padi, dari sisi estensifikasi, dan dari sisi intensifikasi juga harus ditingkatkan, dengan meningkatkan provitasnyam," ujarnya.

Kementan terus mendorong dukungan sarana produksi, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tingkat petani.

Dengan meluasnya panen raya di berbagai daerah, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap terjaga, sehingga mampu memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018