Wednesday, 21 October 2026


Serap Gabah Petani, Bulog Dapat Subsidi Bunga 2 Persen

14 Apr 2026, 15:50 WIBEditor : Yulianto

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat sidak ke pasar Grogol

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum Bulog akan mendapat subsidi 2 persen dari 4 persen bunga yang Bulog harus bayarkan untuk pengadaan gabah sebanyak 4 juta ton setara beras.  Dengan demikian, Bulog nantinya hanya akan membayar 2 persen, sedangkan 2 persen lagi akan pemerintah subsidi.

“Kami melaksanakan rapat koordinasi terkait dengan penyerapan gambar petani sesuai dengan Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2026 sebanyak 4 juta ton setara beras,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani usai Rapat  Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah/Beras Petani di gedung Bulog, Senin (13/4).

Menurut Rizal, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam menjalankan kegiatan PSO (public service obligation), khususnya pengadaan gabah, Bulog akan diberikan subsidi bunga 2 persen dari 4 persen yang selama ini berlaku.

“Jadi dari 4 persen itu, 2 persen ditanggung pemerintah dan 2 persen ditanggung Bulog,” katanya. Bahkan lanjut Rizal, pihaknya sudah mendiskusikan dengan Menteri Keuangan mengenai pemeberian subsidi bunga 2%.

Rizal berharap, dengan bantuan subsidi bunga, kinerja Bulog semakin sehat dan tidak terlalu banyak menanggung bunga pinjamana.  Bulog juga lebih bisa mandiri, profesional dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani.

Pada kesempatan itu, Rizal mengatakan, hingga 13 April capaian serapan gabah Bulog sekitar 48,7% atau sebanyak 1,9 juta ton setara beras. Sedangkan stok beras Buloh kini sebesar 4,727 juta ton.  Dengan terus berjalannya serapan memasuki musim panen, ia memprediksi dalam waktu dekat, stok beras akan mencapai 5 juta ton.

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029, pemerintah menargetkan pengadaan gabah Bulog sebanyak 4 juta ton setara beras.

Rizal mengatakan, ada perbedaan Inpres tahun 2025 dengan tahun ini. Perbedaan pertama adalah targetnya. Tahun lalu, pemerintah menargetkan penyerapan gabah Bulog sebanyak 3 juta ton setara beras. Sedangkan tahun ini sesuai Inpres No. 4 Tahun 2026 targetnya sebanyak 4 juta ton.

Dalam Inpres tersebut, ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen masih berlaku sesuai kebijakan pemerintah tahun lalu masih sebesar Rp 6.500/kg dengan segala kualitas (any quality). "Yang membedakan, dalam Inpres yang baru ada catatan, gabah yang dibeli Bulog harus sudah usia panen," katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018