Wednesday, 21 October 2026


Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton

23 Apr 2026, 11:48 WIBEditor : Yulianto

Tanda tangan simbolis Mentan atas pencapaian stok beras 5 juta ton

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang----Stok cadangan beras pemerintah (CBP) telah menembus angka 5 juta ton. Dengan stok tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 11 bulan. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan capaian bersejarah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang untuk pertama kalinya menembus angka 5.000.198 ton pada Kamis (23/4/2026). Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, khususnya pada periode bulan April.

“Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026, sekarang jam 8.55, stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua,” ujar Amran saat meninjau gudang beras yang disewa Bulog di Karawang. 

Amran menegaskan bahwa capaian ini bukan semata hasil kerja Kementerian Pertanian, melainkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak.

“Semua anak bangsa, bukan Kementerian Pertanian saja. Bulog, TNI, Polri, Kejaksaan, wartawan, pengamat, semua. Ini adalah kerja keras kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang kritik yang konstruktif dalam membangun sektor pangan nasional.

“Kalau kita beda pendapat, biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kalau ada yang mengkritik konstruktif, itu baik untuk negara. Yang penting jangan fitnah,” katanya.

Penguatan cadangan ini didukung oleh peningkatan kapasitas penyimpanan nasional. Di wilayah Karawang saja, Bulog menyewa gudang dengan kapasitas 102.000 ton, dengan realisasi pengisian saat ini mencapai 80.000 ton. Diperkirakan akan penuh dalam dua pekan ke depan.

Secara nasional, total kapasitas gudang sewa telah mencapai 2 juta ton, di luar kapasitas gudang milik Bulog sebesar 3 juta ton. 

Penguatan kapasitas gudang ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus memastikan serapan produksi petani tetap optimal di tengah peningkatan produksi nasional. 

“Sekarang sudah penuh, tinggal sekitar 800 ribu ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya. Berarti nanti bisa mencapai sekitar 6 juta ton,” jelasnya.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Mentan Amran memastikan bahwa seluruh stok beras tersebut dapat diverifikasi secara terbuka oleh publik.

“Seluruh wartawan punya cabang di seluruh Indonesia. Silakan cek langsung ke gudang-gudang. Gudang dibuka kapan saja. Tidak mungkin berani mengatakan 5 juta ton kalau isinya 4 juta ton, karena konsekuensinya hukum,” ujarnya.

Menurut Amran, nilai beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar Rp55-60 triliun, sehingga akuntabilitas menjadi hal yang mutlak.

Bahkan, pemerintah kembali menggelontorkan tambahan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk memperkuat cadangan tersebut.

Lebih jauh, capaian ini juga berdampak strategis terhadap posisi Indonesia di tingkat global. Sebelumnya Indonesia mengimpor hingga 7 juta ton pada 2023–2024, Indonesia kini berbalik arah dengan cadangan yang justru mencapai rekor tertinggi.

“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujarnya optimistis.

Amran menegaskan, tingginya cadangan beras nasional saat ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan global.

“Ini berkontribusi pada rakyat Indonesia dan juga pada dunia. Indonesia sekarang berkontribusi pada dunia,” pungkasnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018