Wednesday, 21 October 2026


Panen Raya Jagung di Tuban, Bulog Targetkan Serap 200 Ribu Ton

18 May 2026, 14:54 WIBEditor : Yulianto

Presiden Prabowo panen raya jagung di Tuban

TABLOIDSINARTANI.COM, Tuban--Perum BULOG menargetkan penyerapan jagung sebanyak 200 ribu ton. Serapan tersebut nantinya untuk menjaga stabilitas harga jagung di kalangan peternak. 

Presiden Prabowo Subianto hadir dalam panen raya jagung di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kegiatan yang diinisiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut menjadi bagian dari rangkaian Panen Raya Jagung Kuartal II, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan, serta Launching Operasional 166 SPPG Polri.

BULOG hadir sebagai offtaker strategis dalam ekosistem jagung nasional, khususnya melalui penyerapan jagung pipil kering hasil panen petani. Melalui sinergi dengan Polri, petani jagung mendapatkan pendampingan agar hasil panennya dapat terserap dengan harga yang layak, yaitu Rp6.400 per kilogram di gudang BULOG.

Langkah ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen, sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat masuk ke dalam rantai pasok pangan nasional secara lebih terstruktur.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya pada komoditas jagung.

Kedekatannya Presiden dengan dunia pertanian, baik saat memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia maupun ketika masih aktif di TNI dan kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat desa petani.

"Banyak kenangan dalam berbagai kegiatan di pedesaan, saya kerap menerima makanan dari hasil pertanian masyarakat, seperti singkong dan jagung. Hal tersebut, semakin menegaskan pentingnya petani sebagai pilar utama dalam membangun kedaulatan pangan nasional," ujar Presiden Prabowo .

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han mengatakan, BULOG akan menyerap 200 ton jagung dari kegiatan Panen Raya Jagung di Tuban ini. Total penyerapan jagung BULOG hampir mencapai 200.000 ton di seluruh Indonesia.

BULOG telah menyiapkan infrastruktur penyimpanan untuk mendukung penyerapan jagung nasional. Saat ini, BULOG memiliki gudang khusus penyimpanan jagung dengan total kapasitas hampir 350.000 ton. Selain itu, pembangunan gudang ketahanan pangan oleh Polri juga akan disinergikan untuk menambah kapasitas penyimpanan hasil serapan jagung.

Hasil serapan jagung tersebut akan disalurkan kembali oleh BULOG melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP Jagung. Program ini disiapkan dengan total saluran 242.000 ton hingga 31 Desember 2026 untuk 5.541 peternak dengan populasi unggas sekitar 53 juta ekor.

Penyaluran SPHP Jagung menjadi bagian penting dalam menjaga keterjangkauan harga jagung pakan bagi peternak, khususnya peternak ayam ras petelur. Dengan demikian, BULOG tidak hanya berperan dalam menyerap hasil panen petani, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha peternakan sebagai bagian dari rantai pangan nasional.

Sinergi BULOG dan Polri dalam penyerapan hasil panen jagung menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pangan nasional. Di hulu, petani memperoleh kepastian penyerapan dengan harga yang layak. Di hilir, peternak mendapatkan akses pasokan jagung pakan yang lebih terjaga melalui program stabilisasi.

BULOG kata Rizal, selalu menjaga stabilisasi harga dari dua sisi, yaitu sisi produsen di tingkat petani jagung dan sisi konsumen di tingkat peternak. Dengan penyerapan dan penyaluran yang terukur, stabilitas pasokan dan harga jagung dapat terus terjaga.

"Kami berkomitmen untuk terus hadir sebagai instrumen negara dalam menjaga stabilitas pangan, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan," katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018