Tuesday, 20 October 2026


4 Kali Gagal Panen, Petani Kedungwinong Sukoharjo Kini Rayakan Panen Raya

27 Aug 2026, 09:35 WIBEditor : Herman

Tasyakuran panen raya petani Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukoharjo --- Kabar menggembirakan datang dari petani Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Setelah melewati masa sulit akibat kegagalan panen dalam beberapa musim sebelumnya, para petani akhirnya kembali menikmati hasil panen yang baik pada musim tanam kali ini.

Keberhasilan tersebut disambut dengan rasa syukur melalui kegiatan “Tasyukuran Petani Panen Raya Desa Kedungwinong” yang digelar Gapoktan Tani Jaya Desa Kedungwinong. Kegiatan ini menjadi momentum bagi petani untuk mensyukuri hasil panen sekaligus memperkuat kebersamaan menghadapi berbagai tantangan pertanian ke depan.

Acara tersebut turut mendapat dukungan Puskestan yang selama ini mendampingi kegiatan pertanian di Desa Kedungwinong. Pendampingan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas tanaman, tetapi juga mendorong petani untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan dan kesuburan tanah.

Kegiatan dihadiri Camat Nguter Sukatman yang sekaligus membuka acara, Koordinator PPL Kecamatan Nguter Sutanto, Kepala Desa Kedungwinong Miyadi, serta Ketua Gapoktan Tani Jaya Desa Kedungwinong Jamin.

Kepala Desa Kedungwinong Miyadi mengatakan, keberhasilan panen musim ini menjadi sesuatu yang sangat patut disyukuri. Pasalnya, petani di wilayah tersebut sebelumnya harus menghadapi berbagai kesulitan hingga mengalami kegagalan panen berulang kali.

“Pada musim tanam sebelumnya, Desa Kedungwinong mengalami kegagalan panen hingga empat kali. Kondisi ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua untuk meningkatkan koordinasi dan kekompakan dalam menjalankan kegiatan pertanian,” ujar Miyadi.

Menurutnya, keberhasilan panen kali ini harus menjadi motivasi bagi petani untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya dengan lebih baik. Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah penyebaran benih untuk musim tanam III (MT III) yang direncanakan berlangsung pada 1–5 September. Sementara penanaman diperkirakan dimulai sekitar 26 September.

Namun, persiapan MT III masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan ketersediaan traktor yang membuat sebagian wilayah masih membutuhkan penggunaan atau peminjaman alat mesin pertanian tersebut.

Miyadi menilai, selain dukungan sarana pertanian, kekompakan dan keserentakan waktu tanam menjadi faktor penting untuk menjaga keberhasilan produksi.

“Perlu dijaga kekompakan dan keserentakan tanam untuk mempermudah pengendalian hama dan penyakit serta meminimalkan terjadinya gagal panen seperti musim-musim sebelumnya. Dengan kekompakan, diharapkan hasil panen dapat kembali bagus seperti musim panen kali ini,” katanya.

Koordinator PPL Kecamatan Nguter Sutanto menjelaskan, hasil pertanian pada MT I sebelumnya masih kurang baik dan sebagian petani bahkan mengalami gagal panen. Kondisi tersebut tidak terlepas dari sejumlah tantangan yang dihadapi petani di lapangan.

Perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, serta kondisi tanah yang cenderung asam di sejumlah wilayah menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.

Sutanto menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pengendalian hama maupun penggunaan sarana produksi. Kondisi tanah sebagai media utama pertumbuhan tanaman juga harus dijaga.

“Perlu dilakukan upaya untuk mempertahankan tingkat kesuburan tanah agar produktivitas lahan tetap terjaga, antara lain dengan menambahkan mikroorganisme serta pupuk organik, baik pupuk kandang maupun kompos,” jelas Sutanto.

Ia juga mengingatkan petani agar lebih bijak dalam menggunakan pestisida. Menurutnya, tingkat ketahanan tanaman dan hama terhadap pengendalian dapat berbeda di setiap wilayah. Penggunaan pestisida secara terus-menerus dan tidak tepat berpotensi membuat hama menjadi lebih resisten.

Jika kondisi tersebut terjadi, pengendalian hama akan semakin sulit dilakukan. Karena itu, penggunaan pestisida perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan dilakukan secara tepat agar efektivitas pengendalian tetap terjaga.

Sementara itu, Camat Nguter Sukatman menyampaikan apresiasi atas keberhasilan panen petani Desa Kedungwinong. Ia berharap hasil panen yang baik dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Selain produksi yang membaik, harga hasil panen juga dinilai cukup menguntungkan. Harga berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000, sehingga menjadi tambahan kabar baik bagi petani setelah melewati sejumlah musim dengan hasil yang kurang memuaskan.

Sukatman kembali menekankan pentingnya kekompakan petani. Keserentakan waktu tanam dinilai dapat membantu petani dan petugas dalam mengantisipasi serta mengendalikan serangan hama dan penyakit.

Dengan pengelolaan yang lebih terkoordinasi, produktivitas tanaman diharapkan dapat terus ditingkatkan dan risiko kegagalan panen dapat ditekan.

Bagi Puskestan, tasyukuran panen raya bukan sekadar seremoni untuk merayakan keberhasilan petani. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa keberlanjutan produksi pertanian sangat bergantung pada kondisi tanah.

Pengalaman gagal panen yang dialami petani Kedungwinong dalam beberapa musim sebelumnya menjadi pelajaran berharga. Keberhasilan musim ini menunjukkan bahwa peluang untuk meningkatkan produktivitas tetap terbuka ketika berbagai faktor pendukung pertanian dikelola dengan baik.

Karena itu, petani didorong tidak hanya berorientasi pada hasil panen dalam satu musim. Kondisi tanah perlu menjadi perhatian jangka panjang karena merupakan aset utama yang menentukan keberlanjutan usaha pertanian.

Pemanfaatan pupuk organik, kompos, pupuk kandang, serta mikroorganisme menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah. Di sisi lain, penerapan pertanian modern dan pemanfaatan teknologi juga perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018