
Kedelai Biosoy memiliki bentuk polong serupa dengan kedelai impor
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---- Badan Litbang Pertanian berhasil menghasilkan varietas unggul baru (VUB) kacang kedelai yang disebut dengan Biosoy. Secara sepintas, kedelai ini bahkan mirip dengan kedelai impor.
VUB ini memiliki potensi hasil dan berbiji lebih besar daripada varietas Anjasmoro dan Grobogan. Biosoy memiliki potensi hasil 3,3 ton per hektar.
Potensi hasil ini lebih besar sekitar 20 persen dari varietas Grobogan dan sekitar 18 persen dari varietas Anjasmoro.
Varietas ini diklaim memiliki stabilitas hasil yang luas di berbagai lokasi pengujian. Galur Biosoy memiliki umur yang relatif sama (83-84 hari), serta terlihat jauh lebih besar daripada Grobogan dan Anjasmoro.
Biosoy memiliki berat 21,74 gram per 100 biji dan 22,35 gram per 100 biji. Ukuran biji ini mirip dengan biji kedelai impor yang berbobot sekitar 20 gram per 100 biji.
Ukuran batang Biosoy juga sangat besar dan kokoh. Kendati demikian, Biosoy memiliki jumlah polong yang lebih sedikit dibandingkan dengan varietas Anjasmoro.
"Ukuran Biosoy jauh lebih besar dibanding Anjasmoro 16,14 gram per100 biji dan juga lebih besar dari Grobogan 20,72 gram per 100 biji. Varietas Biosoy juga memiliki diameter batang yang lebar," ujar Peneliti BB Biogen Badan Litbang Kementan, Maksumah saat ditemui pada Pameran Agro Food Expo 2019 di JCC.
Tak hanya itu, Unit pengelola Benih Sumber BB Biogen juga akan memproduksi benih penjenis dan benih dasar varietas Biosoy pada musim tanam pertama musim tanam kedua 2018.
Diproyeksikan pada musim tanam kedua 2018 dan musim tanam 2019, benih pokok dan benih dasar dapat didistribusikan ke petani-petani di seluruh Indonesia.
"Diharapkan benih sebar kedua varietas unggul baru ini dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama sudah dapat didistribusikan ke petani-petani di berbagai wilayah di Indonesia," ujar Maksumah.
Jika dapat dilakukan, maka akan berdampak terhadap peningkatan produksi nasional kedelai menuju swadembada kedelai tahun 2020.
Perbaikan Genetik
VUB ini dihasilkan melalui penelitian oleh Balai Besar Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian yang melakukan perbaikan genetik kedelai.
Penelitian ini dilalui dengan evaluasi plasma nutfahm, peningkatan keragaman melalui mutasi, persilangan dan seleksi.
Biosoy diresmikan berdasarkan hasil sidang pelepasan varietas Pusat Perlidungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.
Peresmian ini diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No 343/Kpts/TP.010/05/2018 dan No 344/Kpts/TP.010/05/2018.