Wednesday, 28 October 2026


Inilah Gambaran Progres SERASI Nasional

24 Jul 2019, 10:50 WIBEditor : Gesha

Denfarm pertanaman Serasi di lahan rawa semakin optimis dan menghasilkan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru -- Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) merupakan program Kementerian Pertanian terkait pengelolaan lahan rawa pasang surut/lebak. Dan sudah dilaksanakan di beberapa lokasi target dengan progres yang menggembirakan.

Program SERASI dilaksanakan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa, peningkatan peran Petani dan Kelompok Tani/Gabungan Kelompok Tani, penumbuhan dan pengembangan Kelompok Tani untuk melaksanakan Usaha Tani, dan pengembangan kawasan.

Lokasi SERASI berada di dua wilayah. Pertama, Sumatera Selatan seluas 250 ribu hektar yang tersebar di Musi Banyuasin (35 ribu hektar), Banyuasin (150 ribu hektar), OKI (65 ribu hektar). Kedua, Kalimantan Selatan dengan luas total 250 ribu hektar yang terbagi di Banjar (35 ribu hektar), Barito Kuala (100 ribu hektar), Tapin (35 ribu hektar), Tanah Laut (30 ribu hektar), Hulu Sungai Utara (20 riby hektar) dan Hulu Sungai Selatan (30 ribu hektar). Sasaran yang ingin dicapai adalah produktivitas dan IP serta pengembangan usaha melalui korporasi petani. 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) punya andil dalam mendukung SERASI. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain melakukan survei investigasi dan desain (SID), identifikasi dan karakteristik lahan, penyediaan data sumber daya lahan rawa pada berbagai tingkat skala, serta penyusunan rekomendasi pengelolaan air, lahan dan budidaya tanaman.

Selain itu, terdapat beberapa kegiatan pendukung meliputi demfarm, superimpose, serta bimbingan teknis dan pendampingan. 

Demfarm terkait pemanfaatan lahan rawa antara lain pengembangan budidaya padi lahan rawa dengan teknologi Raisa, integrasi budidaya hortikultura dengan itik dan ikan, juga pengembangan budidaya itik di lahan rawa Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.

Lebih lanjut ada budidaya ikan ramah lingkungan di lahan rawa, pengembangan implementasi mekanisasi pertanian pra dan pascapanen, serta menguatkan lembaga petani dan pengembangan pertanian korporasi di lahan rawa Kalsel dan Sumsel.

Kegiatan superimpose meliputi pengelolaan lahan dan air menurut karakteristik hidrologis rawa pasang surut, implementasi teknologi panca kelola pengelolaan lahan rawa untuk pengingkapan IP dan produktivitas, juga pengelolaan kesuburan tanah rawa. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan pestisida nabati berbasis sumberdaya lokal dan mineral liat lahan rawa mendukung rekomendasi pemupukan.

Bimbingan teknis diselenggarakan terkait pengembangan pertanian lahan rawa mendukung program SERASI serta pendampingan yang sama di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. 

Hulu Hilir

Selama periode 2018 – awal 2019 beberapa kegiatan telah dilaksanakan serta kemajuan telah dicapai oleh SERASI. Contohnya adalah kegiatan demfarm baik di Sumatera Selatan maupun Kalimantan Selatan. Di Sumatera Selatan, telah terancang desain tata kelola air juga kemajuan terkait budidaya itik dan budidaya ikan.

Untuk itik, berdasarkan laporan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP)sudah dalam tahap penentuan jenis itik untuk dibudidayakan yakni alabio dan pegagan. Dua jenis itik tersebut direncanakan untuk dipelihara oleh beberapa kelompok ternak dan masing-masing kelompok mendapat 500 ekor day old duck (anak itik).  

Untuk budidaya ikan, ditentukan di tiga desa yaitu Telang Rejo, Telang Makmur, dan Sumber Hidup. Namun, berdasarkan laporan di lapangan, karena kondisi saluran air di demfarm yang sempit yakni lebar hanya 3,5 meter dengan kedalaman 2 meter maka budidaya ikan dilakukan dengan menggunakan kolam tanah dan net tancap. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah gurame dan lele yang akan dipesan di Balai Benih Ikan. 

Untuk demfarm, telah dilakukan pembersihan lahan, mengeluarkan air dari petakan sawah agar bisa dilakukan pengolahan tanah lebih lanjut, pembuatan persemaian yang telah siap tanam 9 Juli, serta pengolahan tanah dengan lahan siap tanam 60 hektar.

Budidaya ikan juga diinisiasi di SERASI Kalimantan Selatan. Seperti halnya di Sumatera Selatan, budidaya akan disebar ke kelompok tani yang akan memelihara ikan haruan, papuyu, dan lele yang benihnya akan dipesan ke Balai Benih Ikan. Berdasarkan karakteristik lokasi, budidaya ikan dilakukan dengan menggunakan karamba apung dan net tancap. 

SERASI di Kalimantan Selatan juga sudah dirancang desain tata kelola air dan dalam tahap penyiapan infrastruktur pengelolaan air di saluran tersier, pematang, sarana pendukung irigasi/drainase, pemasangan water loger, dan lainnya.

Terkait Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan Korporasi telah melewati tahap identifikasi kondisi terkini kelembagaan petani, koordinasi dengan BPPSDMP juga Dinas Kabupaten dan Dinas Provinsi Sumatera Selatan.

Termasuk forum group discussion guna persiapan rancangan pola pengembangan korporasi pertanian, hingga rencana dan koordinasi studi banding petani, PPL, Dinas, dan Petugas Lapang Pilot Project Program ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018