Tuesday, 03 August 2021


Cara BPP Mila Perbaiki Teknologi Budidaya Semangka di Pidie

14 Jun 2021, 06:26 WIBEditor : Ahmad Soim

Demplot budidaya di Pidie | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pidie -- Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Mila Kabupaten Pidie membuat demplot budidaya semangka seluas 2 hektar. Demplot ini diperuntukan sebagai ajang pembelajaran dan proses transfer teknologi sehingga petani mudah mengadopsi teknologi budidaya.

Koordinator BPP Mila Pidie, Julinda SP saat melakukan pengamatan di Desa Blang seluas 24 hektar, mengatakan di Kecamatan Mila,  luas areal penanaman budidaya semangka 54 hektar.

Dalam demplot tersebut pihaknya memperkenalkan teknologi MPHP dan jarak tanam 150 cm x 70 cm, lebar tiap bedeng 4 meter. Benih yang digunakan adalah Discovery dan Amara (tanpa biji). Selain diberikan pupuk kimia juga ditaburi pupuk kandang (kompos).

Kebiasaan petani memanfaatkan musim Bera patut kita apresiasi, karena tidak membiarkan lahannya kosong. Setiap tahunnya setelah menanam padi selalu diselingi dengan tanaman Cabai merah Tomat dan Semangka.

Semangka yang ditanam bulan lalu sekarang sudah memasuki umur 1 BST. Saat panen biasanya pedagang datang untuk membeli dengan harga Rp 2.500 - Rp 3.500 per kilogram.

Pihaknya selalu memberikan motivasi dalam upaya mendukung kegiatan yang dilakukan petani secara swadaya. "Ini suatu kemajuan karena dapat menaikan indeks pertanaman (IP) menjadi 2 kali tanam dalam setahun," ujarnya.

BACA JUGA:

Untuk mengantisipasi terbatasnya pupuk subsidi, pihaknya juga menggunakan kompos guna menghemat 50 persen pupuk kimia. Dengan teknologi kombinasi pemupukan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas Semangka.

Sementara Geuchik Gampong Meunasah Blang, Syukri, menyambut baik atas adanya demplot, dan masyarakat pun sangat antusias mengadopsi teknologi yang diperkenalkan. Kami sudah beberapa kali menanam Semangka, hasilnya baru mencapai 16 ton per hektar.

Pihak gampong juga membantu melalui BUMG dan sudah berjalan selama 2 tahun. Hasil musyawarah disepakati untuk menggunakan dana Rp 60 juta serta melibatkan dua poktan yakni Makmue Beusaree dan Saban Pakat, terdiri 65 anggota kelompok tani.

"Syaratnya dana yang digunakan tersebut harus dikembalikan guna digulirkan pada poktan lainnya," jelasnya. 

Dengan adanya program ini katanya, pendapatan petani dapat bertambah dan meningkat pula kesejahteraannya. "Dengan adanya teknologi yang disampaikan penyuluh, hendaknya dapat  mendongkrak hasil 25 ton per hektar," timpalnya.

Ir Khalidin MP Wakil Dekan FP Universitas Jabal Ghafur, Pidie yang juga alumni KSDL - USK, Banda Aceh menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan melibatkan mahasiswa untuk pendampingan. Ini sebagai tindak lanjut kerjasama yang ditandatangani Camat Mila, Nurhanisah dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie. Tujuan kerjasama   untuk memberdayakan petani dan masyarakat.

Selain itu saat kuliah kerja nyata (KKN) akan dilaksanakan program Wira Desa. Pasalnya mahasiswa diharapkan dapat melakukan kewirausahaan agar tumbuh dan lebih berkembang.

Sehingga dengan membangun sinergisitas mereka bisa memanfaatkan peluang memberdayakan ekonomi masyarakat. "Selain itu diharapkan akan tumbuh jiwa kemandiran mahasiswa dan milenial dalam berusahatani," pungkasnya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018