Selasa, 23 Juli 2024


Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan, PPVTPP Studi ke Bapeltan Lampung

22 Peb 2024, 13:42 WIBEditor : Yulianto

Studi banding staf PPVTPP ke Bapeltan Lampung | Sumber Foto:PPVT-PP

TABLOIDSINARTANI.COM, LAMPUNG SELATAN ---Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan kapasitas SDM dan layanan. Seperti yang dilakukan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) yang kegiatan study visit smart farming dan integrated farming system ke  Balai Pelatihan Pertanian Lampung (Bapeltan Lampung).

Studi visit bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang Implementasi Teknologi Smart Farming, Sistem Pemetaan Lahan dan Integrated Farming Sistem (Biogas) yang yelah diimplementasikan di Bapeltan Lampung. Kepala Pusat PVTPP, Dr. Ir. Leli Nuryati , M.Sc. mengatakan, pihaknya kini telah melakukan berbagai upaya guna peningkatan kualitas layanan.

Salah satunya dilakukan melalui peningkatan kualitas pengelolaan Kebun pemeriksaan subntantief PVT. Leli mengungkapkan, saat ini Pusat PVTPP mengelola tiga Kebun Pemeriksaan Substantif (KPS) PVT di Lembang, Mojosari dan Bogor. Ketiga kebun ini nantinya diarahkan menggunakan teknologi modern seperti smart irrigation yang telah diterapkan di Mojosari.

Untuk itu melalui kegiatan studi visit  ini diharapkan dapat diperoleh informasi dan pengetahuan untuk kebutuhan memenuhi tersebut. Peningkatan kualitas SDM pelayanan dilakukan untuk mewujudkan visi PPVTPP sebagai Institusi Pelayanan yang Profesional, Responsif, berintegritas, Maksimal dan Antisipatif (PRIMA). Kegiatan studi ini merupakan bagian dalam memberikan penghargaan atau reward kepada pegawai berprestasi dengan berkesempatan dalam peningkatan kapasitas.

Verifikator Pendaftaran Varietas Tanaman, K.A.F Zakki, Sp, MP yang memimpin rombongan studi visit  di Lampung, Rabu (21/2) mengakui, Bapeltan Lampung menjadi salah satu unit pelaksana teknis di BBPPSDMP yang mendorong penerapan teknologi Smart Farming dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan global yang tidak terprediksi, terutama ancaman perubahan iklim.

“Mereka telah menerapkan pendekatan teknologi, mekanisasi pertanian hingga sistem pemasaran berbasis digital. Kami berharap nantinya dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan unit kerja lingkup Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian,” katanya.

Salah satu upaya pemanfaatan teknologi saat ini yaitu dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk membantu proses pemantauan dan pengontrolan peralatan jarak jauh guna meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian. Sejalan dengan itu PPVTPP secara berkesinambungan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.

“Kami juga berupaya meningkatkan pemenuhan dan pemanfaatan sarana-prasarana yang berbasis teknologi terkini, untuk terus dapat berinovasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam sambutan kegiatan study visit ini, Kepala Balai Bapeltan Lampung, Dr. Abdul Roni Angkat menyatakan, keuntungan penerapan smart farming adalah penghematan waktu dan biaya tenaga kerja serta kemudahan dalam pemantauan secara real time.

“Kami berharap peserta study visit dapat mengali informasi, khususnya dalam penerapan smart farming, teknologi penginderaan jarak jauh, dan integreted farming system untuk kemudian dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan kebun pemeriksaaan substantive di lingkup Pusat PVTPP,” katanya.

Roni menjelaskan, smart farming yang diterapkan Bapeltan menggunakan  tiga komponen utama yaitu jaringan internet, jaringan listrik dan sumber air. Pendekatan yang digunakan adalah efisiensi biaya atau low cost. Dengan demikian, teknologi smart farming yang dikembangkan Bapeltan Lampung dapat diadopsi khalayak umum, khususnya petani skala menengah ke bawah.

Sedangkakn penerapan penginderaan jarak jauh menggunakan drone untuk memberikan kemudahan dalam mengetahui luas kawasan tertentu, identifikasi tanaman, identifikasi serangan hama penyakit, pemetaan kesuburan tanah, pemetaan sumber air, serta monitoring kekeringan.

“Teknologi penginderaan jarak jauh menjadi ‘tools’ yang sangat penting dalam rangka monitoring kondisi terkini dari sistem pertanian Indonesia secara cepat dan akurat yang dapat mengakselerasi dasar pengambilan kebijakan di bidang pertanian,” tuturnya.

Roni menambahkan, untuk Integrated farming system (close loop) di Bapeltan Lampung merupakan sistem pertanian dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman serta ternak untuk mendapatkan agroekosistem yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam.

“Pada penerapannya, kami menggunakan limbah tanaman jagung yang difermentasi untuk kemudian digunakan sebagai pakan ternak. Kotoran ternak dimanfaatkan sebagai biogas dan pupuk cair,” katanya.

Reporter : Humas PPVT-PP
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018