Wednesday, 21 October 2026


Kolaborasi Penyuluh dan Petani Pantar Tengah, Sulap Lahan Gereja Jadi Produktif

20 Mar 2025, 14:03 WIBEditor : Herman

Penyuluh dan Petani Pantar Tengah

TABLOIDSINARTANI.COM, Pantar Tengah --- Musim tanam 2024/2025 membawa kebahagiaan bagi petani di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor. Curah hujan yang baik membuat tanaman padi dan jagung tumbuh subur, menghasilkan panen yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu kecamatan di Pulau Pantar, Pantar Tengah memang dikenal sebagai lumbung pangan utama di wilayah ini. Dari lima kecamatan yang ada di Pulau Pantar—Pantar (Kabir), Pantar Timur (Bakalang), Pantar Tengah (Muriabang), Pantar Barat (Baranusa), dan Pantar Barat Laut (Marica)—Pantar Tengah menjadi yang paling unggul dalam produksi padi dan jagung.

Dengan 10 desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, wilayah ini terus menunjukkan potensi besar dalam ketahanan pangan.

Meskipun hanya mengandalkan alat-alat pertanian tradisional, hasil panen para petani Pantar Tengah tetap kompetitif dibandingkan daerah lain yang memiliki lahan basah.

Pada musim tanam ini, produksi padi, jagung, kacang tanah, dan kacang hijau meningkat pesat, berkat dukungan curah hujan yang melimpah. Keberhasilan ini membuat para petani tersenyum lebar.

Menariknya, seorang pendeta di Desa Tude, Pdt. Semuel Awang, S.Th, bersama istrinya Pdt. Melda Nau, S.Th, turut berperan aktif dalam pertanian dengan menciptakan lahan percontohan jagung seluas 2 hektare di Jemaat Gereja Imanuel Puntaru.

Dengan jarak tanam 70 x 20 cm dan satu benih per lubang, lahan ini diperkirakan siap untuk panen raya pada awal April.

Keberhasilan ini mendapat perhatian dari Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pantar Tengah, Darius Bler Sir, SST, yang mengajak anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Soleman B. Gorang Mau, ST, untuk melihat langsung lahan percontohan tersebut.

Saat tiba di lokasi, Soleman Gorang Mau memberikan apresiasi tinggi terhadap usaha Pdt. Semuel Awang. Ia mengakui bahwa metode penanaman yang digunakan telah sesuai anjuran, lahan bersih dari gulma, dan hasilnya sangat memuaskan.

“Saya sangat terkesan. Lahan ini layak dijadikan contoh dan bisa menjadi lokasi panen raya yang melibatkan pejabat daerah,” ujar Soleman Gorang Mau.

Keberhasilan lahan percontohan ini berawal dari penyuluhan yang dilakukan BPP Pantar Tengah. Dalam penyuluhan tersebut, Darius Bler Sir mendorong pemanfaatan lahan gereja untuk bercocok tanam, guna meningkatkan ekonomi jemaat serta mendukung program pemerintah dalam percepatan swasembada pangan.

Pdt. Semuel Awang pun membuktikan bahwa selain menyebarkan firman Tuhan, ia juga bisa memberdayakan jemaatnya untuk bertani secara produktif.

Dengan semangat kerja sama antara petani, gereja, dan pemerintah, Kecamatan Pantar Tengah semakin menunjukkan potensinya sebagai pusat swasembada pangan di Pulau Pantar.

 

Reporter : Darius Bler Sir
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018