Selasa, 22 Oktober 2019


Angkat Air dari Bawah Sawah, Petani Gunung Kidul Bisa Tanam 3 Kali Setahun

10 Agu 2019, 10:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Dengan pompa petani Gunung Kidul mengangkat air dari bawah ke lahan sawahnya sehingga bisa tanam 3 kali setahun | Sumber Foto:Emir

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gunung Kidul - Pada saat musim kemarau dimana kebanyakan penduduk di zone selatan kekurangan air, poktan Tani Manunggal Wediutah Ngeposari Semanu Gunung Kidul berhasil mengangkat air dari sumber air Kali Greneng untuk keperluan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Gunung Kidul Ir. Bambang Wisnu Broto meresmikan irigasi perpompaan di Wediutah di atas sumber air Kali Greneng. Hadir juga Camat Semanu Drs Huntoro Purba MSi beserta Forkompinca. Irigasi perpompaan ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang dikerjakan secara swakelola oleh poktan penerima kegiatan.

Sarwo Widodo Ketua Poktan Tani Manunggal Wediutah menjelaskan sumber air Kali Greneng Wediutah merupakan warisan nenek moyang yang tak pernah surut airnya meski saat puncak musim kemarau.  Biasanya penduduk mengambil air dengan menyusuri lokasi yang dalam dengan memikul jerigen air untuk dibawa ke atas satu persatu pemduduk.

Biasanya petani hanya menanam padi sekali di musim hujan dan satu kali tanam palawija di musim kedua.  Pada musim ketiga bera atau tidak tanam. Namun dengan adanya irigasi perpompaan ini, menambah motivasi petani wediutah yang menguasai lahan sekitar 20 ha untuk  lebih tekun bertani dan tidak takut kekeringan.

Pada musim kemarau ini diujicoba tanam jagung seluas 3 hektar. Kedepan bisa bertambah menjadi 15 ha tanam di musim ketiga dengan jagung dan kacang atau kedelai serta tanaman sayuran.

Poktan sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah meringankan beban petani dalam hal pengairan.  Ir Bambang Wisnu Broto berharap petani membentuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam pengelolaan air ke depan.

Pada hari sebelumnya Selasa (6/8) Kadis DPP juga meresmikan irigasi perpompaan di poktan Rukun Agawe Makmur Beji Patuk untuk pengairan lahan 25 ha dengan sumber air sungai Oya, dilanjutkan gerakan tanam jagung 7 ha dan bawang merah 1 ha di musim ketiga/kemarau.

Reporter : Emir
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018