Selasa, 21 Mei 2019


Izin Usaha Kami Permudah

05 Nov 2018, 11:56 WIB

Kementan memberikan pelayanan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS) secara nasional.

Menteri Pertanian Dr. Amran Sulaiman

Alhamdulillah, sejalan dengan kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang dicanangkan pemerintah melalui Perpres Nomor 91 Tahun 2017, kami mengoptimalkan layanan publiknya. Hal itu ditandai dengan peluncuran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau Padu Satu Kementan oleh Menteri Pertanian, pada Bulan Mei lalu. Padu Satu memberikan pelayanan perizinan online sesuai pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS) secara nasional. Dengan demikian, layanan Padu Satu yang mengedepankan prinsip trust kepada pelaku usaha. Sehingga, pelaku usaha tidak dituntut beragam persyaratan yang memberatkan untuk memulai usaha.

Perizinan diberikan dengan komitmen pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan yang ada, dan pemenuhan komitmen ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memonitornya. Dengan pola pendekatan ini, maka fungsi pengawasan akan lebih diintensifkan. Padu Satu juga memberikan kepastian penyelesaian perizinan kepada pelaku usaha dalam satuan waktu yang lebih pasti. Pelaku usaha pun diberikan berbagai kemudahan dalam proses perizinan. Dengan hanya melakukan satu kali aplikasi, pelaku usaha bisa melakukan beragam proses yang melibatkan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Padu Satu juga tidak menuntut banyak dokumen dalam proses aplikasinya. Beberapa dokumen dasar, seperti KTP dan NPWP, akan langsung diakses dari data base nasional. Sehingga, tidak perlu disediakan pelaku usaha.

Padu Satu juga menyediakan informasi umum tentang proses dan hasil pelaksanaan pembangunan pertanian. Diantaranya, data produksi dan kebutuhan konsumsi beberapa komoditas. Demikian juga sebaran produksi lintas wilayah dan antar waktu. Diharapkan melalui layanan ini, para pihak terkait dapat setiap waktu melakukan updating terhadap data dan informasi yang dibutuhkannnya.

Padu Satu juga mengembangkan berbagai layanan yang memudahkan bertemunya penjual dan pembeli. Tahap awal, aplikasi Android dalam konsep e-comerce akan menyambungkan Toko Tani Indonesia (TTI) dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk memasok beberapa komoditas. Tujuannya, meningkatkan kinerja pasokan antara gapoktan dan TTI serta mengatasi kendala pasokan pangan. Melalui pengembangan aplikasi ini, inventori atau stok beberapa komoditas dapat terdata dengan baik, dan juga pergerakannya dapat diatur sesuai kebutuhan. Tercatat jumlah pengguna aplikasi ini mencapai 300 gapoktan dan TTI dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,15 miliar.

Banyak tersedianya berbagai fasilitas yang memanjakan pelaku usaha dalam mengurus perizinan. Selain tempat pelayanan yang nyaman serta fasilitas standar seperti ruang konsultasi dan pengaduan, juga memiliki ruang laktasi bagi ibu menyusui.

Alhamdulillah, kemudahan izin usaha dan perdagangan hasil pertanian melalui sistem Online Single Submission (OSS) mulai menuai hasil, pada awal Bulan Oktober saya melepas simbolis ekspor tiga item produk hortikultura ke lima negara di Asia. Ketiga komoditas tersebut yakni 100 ton mangga ke Singapura dan Malaysia, 800 ton benih kangkung ke China, Malaysia, dan Vietnam, serta 800 ton bawang merah ke Filipina.

Kita buktikan lagi ekspor dengan sistem OSS itu mudah dan memotong rantai birokrasi ekspor. Ada mangga dan benih sayuran juga bawang merah. Inilah tujuan yang kita bangun, online single submission. Saya optimistis peningkatan ekspor hasil pertanian amat didukung mudahnya mengurus perizinan melalui "online single submission" (OSS).

Sistem izin investasi dan perdagangan petani, UKM ini akan menjadikan pangan dan hortikultura Indonesia berdaulat tanpa impor, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

Saya semakin optimistis volume ekspor komoditas pertanian dapat terus meningkat. Beberapa komoditas yang sudah tembus pasar ekspor yakni mangga, manggis, salak, nenas, benih, sayuran, bawang merah, tanaman hias, telur, ayam, kambing, jagung.

Ada pun pada ekspor benih sayuran, selain kangkung, beberapa benih hortikultura yang telah diekspor yaitu  benih pare, cabai, paprika, timun, gambas, melon, waluh, sweet corn, pare welut, semangka, terong, tomat, jagung pulut, kacang panjang, bayam, okra dan buncis.

Ekspor ini bagian dari rencana ekspor 2018 sebesar 900 ton benih sayuran sehingga naik 50 persen dibandingkan 2017. Ekspor di tahun 2019, ditargetkan naik lebih tinggi lagi

Perlu diketahui, izin usaha sektor pertanian yang terdaftar di OSS sudah mengeluarkan 1.939 izin. Sektor terbanyak berasal dari perdagangan dengan 3.410 izin usaha. Setelah itu, sektor perindustrian menyusul sebanyak 2.012 izin usaha dan sisanya tersebar di 18 sektor lain. Untuk izin komersial/operasional, penerbitan izin komersial/operasional terbanyak berasal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan 2.693 izin dan sektor pertanian dengan 1.939 izin. Sisanya, tersebar di 18 sektor lain.

Sebulan sejak diluncurkan pada 9 Juli 2018 lalu, sebanyak 30.505 pelaku usaha telah mendaftar ke Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission/OSS) hingga 8 Agustus 2018. Total pendaftar per hari mencapai sekitar 1.326 pendaftar. Ini terbilang tinggi untuk terobosan baru di pemerintahan. Hanya saja tidak semua pendaftar melakukan aktivasi akun. Tercatat, hanya 22.328 pendaftar yang mengaktivasi akunnya. Selain itu, OSS juga terhubung dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di 514 kabupaten/kota, 34 Provinsi, 80 Kawasan Industri, 4 FTZ, dan PTSP di 12 Kawasan Ekonomi Khusus. Insya Allah kita akan semakin sukses dengan terus melakukan perbaikan dan pengembangan tanpa henti.

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018