Sunday, 28 February 2021


Transformasi Penyuluh Pertanian pada Era Industri 4.0

02 Oct 2019, 14:51 WIBEditor : Ahmad Soim

Traktor roda 4 tanpa awak yang dikembangkan Balitbangtan Kementan | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi kunci keberhasilan dalam mengantarkan petani dan pelaku usaha di bidang pertanian untuk bisa sukses dan memiliki daya saing di banding negara lain dalam era industri 4.0. Seperti apa sosok PPL pada era itu dan langkah apa yang perlu ditempuh.


Era revolusi Industri 4.0 dicirikan dengan industri berbasis digital, ilmu komputer, internet of things (IOT) dan analisa big data.  Tidak dapat dipungkiri kemajauan teknologi pada tersebut akan membawa perubahan besar, Dalam Era industri 4.0  penggunaan internet merupakan suatu hal yang mutlak, begitupun dengan kecepatan informasi merupakan ciri khas terhadap ukuran suatu kemajuan bangsa atau negara. Oleh karena itu kecepatan, ketepatan serta kemampuan untuk menguasi informasi merupakan suatu hal yang sangat mutlak diperlukan.

Sejak tahun 2011, kita telah memasuki Industri 4.0, yang ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen (menyatu) melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Revolusi industri generasi pertama ditandai oleh penggunaan mesin uap untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan.   Kemudian, generasi kedua, melalui penerapan konsep produksi massal dan mulai dimanfaatkannya tenaga listrik. Dan, generasi ketiga, ditandai dengan penggunaan teknologi otomasi dalam kegiatan industri.

Pada revolusi industri keempat, menjadi lompatan besar bagi sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.

Di sektor pertanian,  Menteri Pertanian  Amran Sulaeman mendorong untuk mengadopsi istilah Revolusi Pertanian 4.0, dimana pertanian diharapkan melibatkan teknologi digital dalam proses pengembangannya. Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan pada saat ini adalah konsep pertanian cerdas, yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Konsep ini merujuk pada penerapan TIK pada bidang pertanian. Tujuan utama penerapan terknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.

 

Peran Penyuluh Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0

Suksesnya petani Indonesia memasuki pertanian pada Era Industri 4.0, bisa terwujud  apabila didukung oleh peran penyuluh pertanian (PPL) yang terbuka dengan  perkembangan teknologi era ini. Penyuluh pertanian pada masa revolusi industri 4.0 di antaranya  dituntut dapat mengusai teknologi  sehingga diharapkan transfer teknologi dan fasilitasi kepada petani lebih mudah dan lebih efisien.

Penyuluh Pertanian yang handal dan profesional  pada era itu harus dapat melaksanakan fungsi penyuluh pertanian terutama untuk: (1). transfer teknologi (technology  transfer), yaitu berperan utama dalam mentranformasikan inovasi-inbovasi baru dalam bidang pertanian baik itu di bidang teknis, sosial maupun ekonomi kepada petani ataupun sesama profesi  dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan unggul. Dalam hal ini penyuluh harus bisa menjadi sumber informasi bagi petani tentang pembangunan pertanian di Indonesia baik itu makro maupun mikro (2.), fasilitasi (facilitation)  yaitu dapat memfasilitasi informasi yang dibutuhkan oleh petani sehingga pengetahuan keterampilan dan kemampuan petani meningkat sesuai keperluan mereka , (3)  penasehat (advisor work) dapat mengarahkan dinamika perorangan atau kelompok sehingga tercapai perubahan Perilaku, Sikap dan Keterampilan (PSK) petani menuju    kemampuan petani dan kelompok tani   yang lebih baik yaitu better farming, better business, better income,  better living and  better  environmental.

Penyuluh Pertanian  di situ berperan sebagai jembatan untuk mentransfer  teknologi dan inovasi  baru di bidang pertanian kepada petani baik itu dibidang teknis, sosial dan ekonomi. Penyebaran informasi  dapat  dilakukan dengan berbagai  media  baik itu media cetak , media elektronik maupun media online.  Dalam mendukung fungsi tersebut penyuluh pertanian lapangan dituntut untuk dapat menguasai teknologi dan informasi.   Informasi yang diperoleh penyuluh pertanian harus  dengan cepat, tepat, benar dan dapat diterapkan atau dilaksanakan oleh petani. 

Dengan kata lain dapat dikatakan keberhasilan penyuluh pertanian yakni apabila dapat menyebarkan informasi dengan cepat  dengan ketepatan informasi yang sampai kepada petani dan teknologi tersebut dapat diterapkan oleh petani secara tepat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan teknologi yang didapat dari proses penyuluhan tersebut.

Selama ini, proses penyebaran informasi yang dilakukan penyuluh lebih banyak bersifat konvensional, sebagian besar media penyuluhan masih menggunakan  media cetak (Leaflet, Brosur, Poster, Surat kabar dll) disamping memerlukan waktu penyebaran informasi yang panjang juga membutuhkan biaya yang mahal untuk mencetak itu semua, Dengan media online penyuluh pertanian dapat melakukan penyuluhan dengan lebih mudah, murah dan cepat, Penyuluhan saat ini  sudah saatnya dibarengi  dengan penyuluhan berbasis internet. Penyuluh pertanian pada era ini 4.0 ini  sudah  seharusnya tidak gagap pada teknologi berbasis internet dan mampu mengimbangi perkembangan zaman yang ada.  Mau tidak mau , suka tidak suka  seorang penyuluh pertanian jaman Now harus bisa menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan atau berita  ataupun tehnik komunikasi lainnya  melalui media teknologi informasi internet. Semakin canggihnya teknologi informasi menjadikan dunia semakin sempit, sehingga apabila kita tidak bisa mengikutinya maka akan tertinggal.

Begitu derasnya informasi teknologi melalui internet atau dunia maya sehingga semua orang dapat mencari dan mendapatkan informasi  apapun sesuai yang diinginkannya, dan Kondisi ini harus lah dapat dimanfaatkan oleh penyuluh pertanian yang ada di tempat mereka bekerja,  penyuluh pada Era  industri 4.0 ini  haruslah mempunyai kemampuan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan kemampuan mencari sumber informasi dan menggunakannya secara efektif dan kemampuan mentransfer informasi inovasi –inovasi baru terutama sistem agribisnis secara cepat dengan bahasa yang mudah dipahami petani.

Badan Litbang Pertanian banyak mengembangkan aplikasi teknologi berbasis internet yang tujuannya tentu saja lebih memudahkan petani dan penyuluh dalam mendapatkan  berbagai informasi untuk kemajuan pertanian. Dengan Aplikasi yang ada seorang penyuluh dapat dengan mudah mencari informasi yang terkait dengan permasalahan di lapangan.  Sebagai contoh beberapa aplikasi yang dapat digunakan oleh penyuluh adalah sebagai berikut :

1.      Cyber Extension merupakan inovasi media penyuluhan atau mimbar penyuluhan  yang dikembangkan oleh BPPSDM berisi tentang materi dan informasi memperlancar  pertanian khususnya untuk membantu dan mempermudah kepada pelaku penyuluhan khususnya penyuluh pertanian baik PNS , Swasta maupun swadaya. Di dalam cyber ektension penyuluh dapat melihat tentang Materi Penyuluhan, Materi Spesifik lokalita, Gerbang Daerah,  dan kebijakan Penyuluhan. Pengguna dapat melihat aplikasi ini dengan membuka situs cybex.pertanian.go.id

2.      Katam ( Kalender Tanam Terpadu ) dalam aplikasi Katam terpadu ini penyuluh pertanian dapat  memanfaatkan informasi waktu tanam yang tepat sesuai dengan kondisi iklim, dalam Katam dapat diperoleh informasi prediksi musim dan prediksi curah hujan, Informasi waktu tanam dan potensi luas tanam, Informasi wilayah endemik, rawan banjir, kekeringandan OPT padi, rekomendasi varietas, rekomendasi pemupukan dan rekomendasi alsintan. SI KATAM TERPADU dapat diakses melalui komputer dengan mengakses situs http://katam.litbang.pertania.go.id,  ataupun Melalui handphone dengan mengkases katam Versi Android  dapat diunduh melalui google play store, SMS center 08-123-456-400 ,  082-123-4560500 , dan 08-123-565-1111

3.      LKP ( Layanan Konsultasi Padi Indonesia) , Aplikasi berbasis Web ini dikembangkan oleh IRRI  (International Rice Research Institute ) Indonesia dan PUSLITBANGTAN ( BB Padi , BPTP), aplikasi ini ditujukan untuk para penyuluh dan teknisi pertanian lainnya untuk membantu petani mengetahui rekomendasi pengelolaan sawahnya baik irigasi maupun tadah hujan secara spesifik lokasi berbasis teknologi informasi. Situs ini dapat diakses melalui http://webapps.irri.org/id/lkp

4.      MyAgri ( Sistem informasi Budidaya Tanaman Sayuran Berbasis Android) . Balai Penelitian Sayuran (BALITSA) dan Wagenin University & Reseaerch the Netherland mengembangkan perangkat lunak yang dirancang untuk pengguna telp pintar atau tablet berbasis android dengan cara mengunduhnya di play store. Dalam aplikasi ini dapat diperoleh informasi mengenai Varietas sayuran, OPT tanaman sayuran,  Cara praktis budidaya tanaman sayuran,  Alat Bantu Pupuk untuk menghitung kebutuhan pupuk tanaman sayuran berdasarkan luas lahan dan Cara kerja pestisida dan Pengelolaan pestisida  yaitu informasi mengenai teknik penyemprotan pestisida pada beberapa komoditas  tanaman sayuran dalam aplikasi ini juga dilengkapi tanya pakar, hasil penelitian , info harga sayuran, Pasca panen dan info cuaca.

5.      Takesi ( Teknologi Android Kesehatan Sapi), Takesi adalah aplikasi kesehatan sapi yang dikembangkan oleh BALIBANGTAN melalui unit kerjanya Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLIVET), dalam aplikasi ini akan didapat informasi mengenai penyakit dan gangguan reproduksi pada sapi indukan, Penyakit dan gangguan pada anak sapi, Manajemen kesehatan sapi dan kontak ahli.

6.      Pakar Kopi dikembangkan oleh BALITRI , berisi tentang tanya jawab tentang permasalahan kopi , didalamnya kita akan mendapatkan informasi mengenai budidaya kopi, Konsul kopi dan Konsul hama.  Untuk memperoleh pakar kopi ini harus mengunduhnya  melalui android di play store.

Masih banyak sekali aplikasi di internet terutama yang dikembangkan oleh Balitbangtan Kementrian Pertanian yang sangat bermanfaat bagi penyuluh untuk memudahkan dalam menyampaikan materi penyuluhan kepada petani.

Selain itu juga ada portal berita agribisnis yang dikelola oleh perusahaan perusahaan swasta. Di antaranya adalah tabloidsinartani.com. Dalam portal berita tersebut dapat diperoleh informasi teknologi dan informasi kebijakan terbaru, penyuluhan, komoditi, suksestori petani, perdagangan, karantina, family & lifestyle, video dan lain-lain yang diupdate setiap hari. Portal tabloidsinartani.com selain bisa diakses langsung melalui laman internet di handphone juga bisa didownload di Playstore.

Maju mundurnya petani  di Indonesia  bergantung pada seberapa besar dukungan  penyuluh pertanian yang handal , profesional dan berpikiran terbuka. Dengan Penyuluh pertanian yang handal dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran dalam mencerdaskan kehidupan petani. Pertanyaan besarnya “Siapkah penyuluh pertanian di Indonesia mengahadapi era 4.0 ini dengan kondisi  pedesaan tanah air yang beragam.. tentu jawabanya kami  Penyuluh pertanian harus siap !!!

 

Penulis : Susilowati Penyuluh Pertanian madya Kabupaten Sukabumi (dari beberapa sumber)

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018