Senin, 18 November 2019


Pelaku dan Pendamping Pembangunan Pertanian Lakukan Jambore Milenial 2019

18 Okt 2019, 11:52 WIBEditor : Gesha

Dalam upaya menumbuhkan regenerasi petani dan agrosociopreneur di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian menggelar Jambore Millenial Pelaku dan Pendamping Pembangunan Pertanian | Sumber Foto:LELY

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Kebun Raya Cibodas menjadi lokasi kegiatan Jambore Milenial Pelaku dan Pendamping Pembangunan Pertanian 2019. Jambore dihadiri oleh 1500 orang ini, melibatkan pendamping, pelaku dan praktisi pertanian, seperti para penyuluh pertanian, tenaga fungsional seperti dosen, guru, widyaiswara, penyuluh swadaya dan P4S, pengurus poktan dan gapoktan, agripreneurs, mahasiswa, siswa penerima PWMP dan para tokoh petani.

Dalam upaya menumbuhkan regenerasi petani dan agrosociopreneur di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian menggelar Jambore  Millenial Pelaku dan Pendamping Pembangunan Pertanian di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas Cianjur Jawa Barat pada tanggal 17-18 Oktober 2019. Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI dengan tema "Membangun SDM Pertanian Berdaya Saing menuju Pertanian Modern".

Kepala Badan BPPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa Sumberdaya Manusia (SDM) harus menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan. Karenanya, SDM Indonesia harus memiliki keunggulan dalam segala bidang untuk bersaing secara mendunia dalam kacamata revolusi industri 4.0, mampu berakselerasi dengan gerak pembangunan pertanian menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, menumbuhkembangkan wirausahawan, meningkatkan jejaring kerjasama dan kemitraan, meningkatkan pemahaman dalam penggunaan teknologi pertanian modern serta memberikan apresiasi kepada pelaku utama pendamping pertanian yang berprestasi.

Kepala BPPSDMP dalam kesempatan ini, melakukan pengukuhan dan penobatan 21 orang duta milenial pembangunan pertanian dan melaunching gerakan petani milenial berorientasi ekspor.

Saka tarunabumi

Dalam kesempatan ini juga diharapkan Pramuka Sakatarunabumi mampu menjadi bagian SDM Pertanian. Saka Tarunabumi adalah wadah pendidikan dan pembinaan untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, serta menambah pengalaman bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di bidang Pertanian.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) serta Sekolah Menengah Pembangunan Pertanian (SMKPP) sebagai pendidikan vokasi di bawah naungan Kementan melakukan Pembinaan dan Pengembangan mahasiswa yang merupakan anggota Saka Tarunabumi agar mampu berperan menjadi sumber penggerak ekonomi keluarga maupun penggerak sosial ekonomi pedesaan melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Melalui Saka Tarunabumi, mahasiswa mendapatkan pembinaan secara intensif dan kontinyu sehingga pembangunan pertanian dimasa mendatang mendapatkan kader-kader yang bermotivasi, penuh pengabdian dan berdedikasi tinggi.
Didampingi 2 Pengurus dari Kwartir Nasional dan Pembina Saka Tarunabumi dari Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP dan Dosen Pendamping 125  Mahasiswa dan siswa anggota saka taruna bumi yang terdiri dari Polbangtan Bogor, Medan, Malang, Gowa, Yoma, Manokwari serta SMKPP Sembawa, Banjarbaru dan Kupang  turut berperan aktif dalam kegiatan  Jambore  Millenial Pelaku dan Pendampung Pembangunan Pertanian tahun 2019 ini.

Melalui penerapan Sistem Syarat Kecakapan Khusus (Sistem SKK) diterapkan metoda belajar mengajar untuk mencapai satu kecakapan khusus. Sesi penyampaian materi kesakatarunaan oleh Kwarnas menjadi sesi utama pada kegiatan ini.

Dalam kegiatan ini dapat dikembangkan program-program yang berkaitan dengan pengembangan usaha agribisnis yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya digalakan baik oleh pemerintah maupun oleh non pemerintah. Seluruh anggota dapat bertukar  ide kreatif seputar dunia pertanian utuk nantinya dikembangkan di daerahnya masing-masing.

Yuda Pratama, mahasiswa  semester 5 dari Polbantan Bogor,menyatakan pengalamannya mengikuti kegiatan jambore ini. "Saya sangat senang dapat bertemu dengan mahasiswa Polbangtan lainnya. Kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa wirausaha bagi kamum millenial.  Adanya sharing pengetahuan tentang  kewirausahaan dari berbagai daerah memacu kami untuk mempelajari dan  menerapkan didaerahnya masing-masing. Tak hanya itu adanya pameran di jambore ini yang menampikkan berbagai produk PWMP membuat kita tahu berbagai produk olahan maupun segar yang telah di kembangkan oleh generasi millenial," papar Yuda.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018