Jumat, 06 Desember 2019


Tanggap Teknologi 4.0, Tenaga Pendidik Polbangtan Berlatih Drone

07 Nov 2019, 13:09 WIBEditor : GESHA

Tenaga Pendidik di Polbangtan lingkup Kementan diberikan pelatihan drone | Sumber Foto:KWN

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Era industri 4.0 telah mendorong sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Salah satu trend teknologi di Era Industri 4.0 adalah pemanfaatan drone untuk kegiatan pertanian, tak terkecuali dalam hal pemetaan lahan.

Dalam rangka memperkenalkan teknologi drone tersebut, Pusat Pendidikan Pertanian terus melakukan langkah-langkah konkrit dalam memberikan fasilitasi pelatihan atau magang bagi SDM pertanian, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan. Dengan menggandeng CV Buana Wirapersada, sebuah perusahaan konsultasi pemetaan dan GIS, Pusat Pendidikan Pertanian melaksanakan magang atau pelatihan pengoperasian drone untuk pemetaan.

Program magang ini dilaksanakan selama 3 hari (5-8 November 2019)  di Yogyakarta dan diikuti oleh 10 peserta baik dari unsur Dosen maupun PLP dari Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta - Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), serta SMK PP Sembawa dan SMK PP Banjarbaru.

Direktur Polbangtan Yogyakarta - Magelang, Dr. Rajiman, SP., MP, mewakili Kepala Pusat Pendidikan Pertanian memberikan arahan dan membuka kegiatan tesebut. "Dengan mengikuti magang ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam membuat foto udara untuk pembuatan peta tematik yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan pertanian," ungkap Rajiman.

Selain itu, dengan wawasan baru yang diperoleh ini, para peserta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa dan siswa dengan memperkenalkan teknologi drone kepada mereka, tambah Rajiman.

Direktur CV Buana Wirapersada, Didik Humam Zarodi menyampaikan bahwa magang ini akan memberikan pengalaman kepada peserta. Sehingga, kualitas dan kapabilitas dari tenaga pendidik vokasi bisa meningkat khusunya dalam mengoperasikan drone yang dipergunakan untuk pemetaan.

"Mereka diberikan pelatihan dengan metode klasikal dan praktek langsung melakukan akuisisi foto udara menggunakan drone di lahan pertanian,  mengolah data foto udara dan menyajikan informasi geospasial serta membuat peta tematik. Selain itu, akan disampaikan pula pengalaman pemanfaatan drone untuk investigasi kondisi tanaman dan kondisi tanah dan air di suatu wilayah," bebernya.

 

Reporter : KWN
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018