Sabtu, 14 Desember 2019


Pendataan dan Penilaian Kelas Gapoktan, Komponen dalam Kostratani

27 Nov 2019, 21:58 WIBEditor : Gesha

Pusluhtan melakukan bimbingan teknis kepada penyuluh dan tim penilai kelas Kelompok Tani | Sumber Foto:PUSLUHTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Solo --- Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) terus digaungkan di berbagai daerah. Pendataan dan penilaian kelas Gapoktan menjadi penting dalam mendukung Kostratani. Karenanya, Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi penyuluh maupun penilai kelas Gapoktan harus dilakukan.

"Program Kostratani merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Segera lakukan pemetaan terhadap klasifikasi dan kondisi BPP di seluruh Indonesia untuk mendukung program Kostratani," ungkap Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati kepada peserta Bimtek Kelas Kemampuan Kelompok Tani dan Sistem Pertanian Terpadu, di Solo, Rabu (27/11).

Lebih lanjut Leli menuturkan program Kostratani menjadi program jangka pendek Kementan yang bisa berdampak panjang, khususnya pada kesuksesan pembangunan pertanian di masa depan. Utamanya dalam hal verifikasi data Poktan, Gapoktan dan Lembaga Ekonomi Petani, tak terkecuali kelas-kelasnya (pemula, lanjut, madya dan utama).

Manfaat dari verifikasi data kelas kelembagaan petani ini juga dibenarkan oleh Kasubid Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Dani Ramdani Harun yang hadir dalam Bimtek. Menurutnya, pendataan kelompok tani di Provinsi Jawa Tengah sudah seharusnya berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). "Pendataan dan penilaian kelas kelompok dengan cara yang baik dan benar dapat dijadikan sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan," tuturnya.

Karena pendataan dan penilaian kelas Gapoktan menjadi komponen penting dalam Kostratani, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) secara rutin melakukan Bimbingan Teknis Kelas Kemampuan Kelompok Tani di berbagai provinsi. Kali ini giliran Provinsi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Lampung yang diberikan bimtek penilaian kelas Kelompok Tani.

Sebanyak 50 orang terdiri dari enam orang Kepala Bidang/Seksi yang menangani Kelembagaan Petani Tingkat Provinsi yang berasal dari enam provinsi dan 44 orang Penyuluh Pertanian dari kabupaten/kota yang berasal dari enam provinsi mengikuti bimbingan teknis.

Kepala Subbidang Pemberdayaan Kelembagaan Petani Pusat Penyuluhan Pertanian, Yoyon Haryanto menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan Bimtek yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan petugas dalam penilaian kelas kemampuan kelompoktani.

"Termasuk meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian dalam mengelola proses pembelajaran penerapan sistem pertanian terpadu di tingkat petani dan kelompoktani dan meningkatkan kinerja penyuluh pertanian dalam pengawalan dan pendampingan poktan," bebernya.

Dalam bimtek ini disampaikan banyak materi yang mampu meningkatkan kapasitas peserta. Mulai dari Kebijakan Kostratani; Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Nomor 3 Tahun 2018; Pedoman Penilaian Kelas kemampuan Kelompoktani; Pedoman Sistem Pertanian Terpadu; Verifikasi dan Validasi Data Kelas Kemampuan Kelompoktani; Sosialisasi Proyek Perubahan Integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Data Kelembagaan Petani; hingga Kunjungan Lapangan ke Farming Integrated Heri Sunarto, Desa Jagen, Kec. Bendosari, Sukoharjo.

Adapun narasumber berasal dari Pusat Penyuluhan Pertanian; Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (YOMA); dan Petani milenial dari Desa Jagen, Kec. Bendosari, Sukoharjo.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018