Sabtu, 14 Desember 2019


Kaltim-Kaltara Optimis Ber-Kostratani

29 Nov 2019, 14:15 WIBEditor : Gesha

Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menjadi target pembangunan pertanian melalui Kostratani | Sumber Foto:NATTASYA

TABLOIDSINARTANI.COM, Samarinda --- Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian terus melakukan Sosialisasi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di seluruh Indonesi. Kali ini giliran Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

"Mari kita bersinergi bersama untuk Kostratani ini untuk mengoptimalkan peran BPP sebagai pusat pembangunan pertanian. Terutama semua pimpinan daerah yang terlibat dalam pembangunan pertanian mulai dari tingkat Provinsi sampai Kecamatan. Mulai dari Kepala Dinas (Provinsi dan Kabupaten), Pimpinan Daerah (Gubernur, Bupati dan Camat) hingga penyuluh," tutur Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Leli Nuryati dalam Sosialisasi Kostratani Kaltim-Kaltara di Samarinda, Jumat (29/11).

Dirinya mencontohkan komandan Kostratani di tingkat Kecamatan yaitu Camat harus bisa mensinergikan beragam SDM Pertanian yang terdiri dari Penyuluh Pertanian (PNS,THL TBPP, Swadaya, Swasta, POPT dan lain sebagainya), hingga petani setempat dan pihak lain dari Kementerian/Lembaga Pemerintah (Pendamping Desa dan lainnya).

"Nah, BPP itu menjadi basecamp Kostratani. Adanya Kostratani juga menjadi bentuk pengoptimalan tupoksi dari BPP untuk  menggerakkan pembangunan pertanian di kecamatan. Sehingga butuh kerjasama sinergis dengan kementerian lain, Kemendagri, Kementerian Desa, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkoinfo) BPS, BPN bahkan TNI-Polri," tuturnya.

Optimisme untuk Kostratani juga disampaikan oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kaltim, Muhammad Amin. Menurutnya Kostratani  merupakan program hingga 5 tahun mendatang (tahun 2024) untuk menghasilkan pertanian yang mandiri maju dan modern.

"Kami dari BPTP sebagai Ketua Harian Kostratani Wilayah (Kostrawil) dengan Komandonya pada Gubernur. Kami melakukan pendampingan teknis untuk penguatan IT SDM Kostratani sampai pendampingan teknis inovasi teknologi bersama penyuluh untuk petani,' tuturnya.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikuktura Provinsi Kaltim, Uni Gamayati dalam kegiatan sosialisasi sangat menyambut baik Kostratani tersebut. "Kostratani unuk menghidupkan kembali BPP dan penyuluh di tingkat kecamatan untuk membangun pertanian dari lingkup terkecil," tuturnya.

Uni menambahkan pihaknya bersama Kementan akan melakukan seleksi BPP yang akan menjadi percontohan dalam Kostratani. "Kaltim terpilih bersama 12 Provinsi lainnya untuk Kostratani tahap pertama ini. Diharapkan BPP terpilih bisa menjadi contoh khususnya dalam kawasan sentra produksi untuk kecamatan sekitarnya," tutur Uni. 

Dirinya juga berpesan pentingnya penguasaan inovasi teknologi dan IT untuk SDM Kostratani. Perlu dipersiapkan sarana prasarananya, terutama IT. Termasuk mengupdate teknologi pertanian terbaru untuk petani," harapnya.

Segera Laksanakan

Untuk diketahui, selama 2 Minggu terakhir di bulan November 2019, Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi ke 13 Provinsi yang dilakukan paralel dan simultan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Kostratani di Balai Pelatihan Pertanian untuk Camat hingga Penyuluh Pertanian Lapang (PPL).  Khusus untuk Provinsi Kaltim dan Kaltara, Bimtek akan dilakukan oleh tim pelatih dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

Kegiatan Sosialisasi Kostratani di Kalimantan Timur ini diikuti oleh Kepala Dinas yang membidangi Penyuluhan Pertanian hingga Camat se Provinsi Kaltim dan Kaltara. Adapun peserta berasal dari Kabupaten Kutai Timur (Kec. Kaubun, Kongbeng, Kaliorang) , Kutai Kertanegara (Kec. Tenggarong Sebrang, Lia Kulu, Muara Kaman), Paser (Kec. Long kali, Pasir Bengkong)  dan Berau (Kec. Gunung Tabur, Sambaliung).

Setelah dilakukan sosialisasi dan Bimtek, diharapkan SDM Kostratani dari Provinsi hingga Kecamatan segera mengimplementasikan Program Kostratani, khususnya bagi 13 Provinsi dan 100 BPP yang menjadi Program Kostratani Tahap 1. 

"Di Minggu ke II Desember ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan melakukan video conference melalui Agriculture War Room di Kementan yang dipergunakan untuk monitoring pembangunan pertanian langsung dari pusat  Untuk 100 BPP tahap 1, kami sudah distribusikan sarana komputer, jaringan internet bahkan Drone," tutur Kepala Pusluhtan, Leli Nuryati.

Khusus untuk Kaltim dan Kaltara, setidaknya ada 3 Kabupaten yang menjadi percontohan Kostratani di Tahap 1 ini yaitu Berau, Kutai Timur dan Kutai Kertanegara. "Kaltara juga ada di Bulungan dan Nunukan. Ini membuktikan bahwa pembangunan pertanian Indonesia dilakukan sampai ke wilayah perbatasan," bebernya.

Diakui Leli, untuk tahap 1 hanya ada 100 BPP di 13 Provinsi yang menjadi percontohan Kostratani. "Wilayah yang belum (Kostratani) nanti di tahun 2020 akan dilengkapi prasarananya secara bertahap sampai mencapai 400 BPP. Sehingga nantinya jika sudah terkoneksi dari Kecamatan ke Pusat, maka akan lebih mudah melakukan pemantauan secara real time," harapnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018