Sabtu, 14 Desember 2019


Tujuh Hal Penting dalam Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani

02 Des 2019, 16:21 WIBEditor : Ahmad Soim

Nur Jannah Penyuluh Pertanian Pusat | Sumber Foto:Dok

TABLOIDSINARTANI.COM, Solo - Penyuluh Pertanian Pusat Ir. Siti Nurjanah, MMA menjadi salah satu Narasumber kegiatan bimbingan teknis [Bimtek] Kelas Kemampuan Kelompok Tani dan Sistem Pertanian Terpadu yang  digelar  Pusat Penyuluhan Pertanian di Solo (27-29/11).

 

Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 orang terdiri  dari enam orang Kepala Bidang/Seksi yang menangani Kelembagaan Petani Tingkat Provinsi yang berasal dari enam provinsi yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Lampung serta  44 orang Penyuluh Pertanian dari kabupaten/kota yang berasal dari enam provinsi  tersebut.

 

Penilaian kelas kemampuan kelompok tani  merupakan salah satu bentuk pembinaan penyuluh pertanian  untuk memberikan motivasi kepada kelompoktani  agar lebih berprestasi mendukung pencapaian target produktivitas hasil pertanian yang dicanangkan pemerintah pusat maupun  daerah, sekaligus mengetahui kelemahan-kelemahannya dari kelompoktani yang mendapat  penilaian sehingga treatment yang diberikan pada waktu  melakukan pembinaan bisa tepat sasaran.

 

Tujuan penilaian kelas kemampuan kelompoktani adalah untuk mengetahui keragaman kemampuan kelompok tani; menyediakan bahan perumusan kebijakan dan strategi pemberdayaan petani; mengetahui metodologi dan pemetaan kebutuhan penyuluh; menyediakan database kelompoktani melalui Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (SimLuhTan) untuk meningkatkan  kinerja penyuluh dalam melakukan pengawalan dan pendampingan kepada kelompoktani yang harus dilaporkan melalui Sistem EVALUH.

 

Beberapa hal penting yang disampaikan oleh Siti Nurjanah terkait dengan Penilaian Kelas Kemampuan Kelompoktani yaitu :

1.      Dasar penilaian Kelas Kelompoktani harus mengacu pada Pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian melalui Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Nomor : 25/Kpts/SM.060/I/02/18 tanggal 8  Februari 2018.

2.      Pedoman tersebut lebih operasional dan sudah disesuaikan dengan kondisi saat ini di Era Industri 4.0.

3.      Pemberian Sertifikat Kelas Kemampuan Kelompoktani semakin disederhanakan yaitu kewenangan legalitas ada pada pemerintah daerah mlalui Dinas Teknis yang menangani Bidang Pertanian.

4.      Keberadaan Penyuluh Pertanian pada setiap tingkatan mempunyai tugas dan peran untuk mensukseskan proses pelaksanaan penilaian kelas kelompoktani.

5.      Hasil Penilaian kelas kelompoktani ini secara keseluruhan harus dilaporkan oleh penyuluh pertanian mengacu pada lampiran 2 pada buku pedoman.

6.      Pimpinan BPP/Koordinator Penyuluh melakukan rekapitulasi hasil penilaian yang dilakukan oleh Penyuluh sesuai dengan formulir 3.

7.      Pimpinan Kelembagaan Kabupaten/kota melakukan rekapitulasi hasil penilaian yang dilakukan oleh Pimpinan BPP/Koordinator Penyuluh  sesuai dengan formulir 4.

 

Lebih lanjut dalam Bintek ini Siti Nurjanah menekankan bahwa berdasarkan Pedoman Penilaian Kelas Kemampuan Kelompoktani dan Target Pencapaian Idikator Kinerja Utama (IKU) BPPSDMP Kementan, Sistem Pelaporan Hasil Penilaian Kelas Kelompoktani, Keberadaan penyuluh pertanian pada setiap tingkatan (Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa) maka diperlukan adanya pemahaman yang sama tentang peran masing-masing penyuluh pada setiap tingkatan.

 

Untuk itu, pada Bimtek kali ini ditegaskan bahwa peran penyuluh pertanian di Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan harus mampu melakukan supervise dan monitoring, harus mampu memberikan support kepada penyuluh di WKPP sesuai wilayah binaan masing-masing sehingga penyuluh di WKPP mampu melakukan penilaian dari seluruh kelompok binaannya dan melaporkan hasil penilaian ke sistem EVALUH,sebagai bentuk hasil kinerja, serta mengupdate dalam SIMLUHTAN melalui admin masing-masing.

 

Diharapkan pula agar melalui Bimtek semacam ini hasilnya atupun rumusannya dapat disampaikan dan disebarluaskan kepada para stakehorder. SN/2019

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018