Wednesday, 02 December 2020


Penyuluh : Kostratani, BIMAS Pertanian dengan Teknologi Terkini

08 Jan 2020, 11:39 WIBEditor : GESHA

Penyuluh pertanian di era Kostratani setidaknya harus memiliki kemampuan serta tidak gagap dengan teknologi | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Samarinda  --- Program  Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) disambut optimis oleh berbagai pihak. Tak terkecuali penyuluh pertanian di Samarinda, Kalimantan Timur. Bahkan mereka menyebut bahwa Kostratani  seperti  Bimbingan Massal (Bimas) Pertanian di tahun 1964an, namun dengan sentuhan teknologi terkini.

“Ini (Kostratani) seperti flashback pada tahun BIMAS, persis! Mengulang kembali kejayaan BIMAS di masa lalu dengan penyuluh yang antusias mengembangkan teknologi tepat guna kepada petani,” tutur penyuluh pertanian dari Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kaltim, Hartanto Sutrisno kepada tabloidsinartani.com.

Pada waktu itu, Penyuluh pertanian bergandengan tangan dengan Lurah, Kades , hingga penyuluh Penerangan. “Nah sekarang terjadi lagi di era digital, IT yang bagus, ditambah beragam alat lainnya seperti drone dan beragam teknologi terbaru lainnya,” bebernya.

Dirinya mengaku Kostratani bisa berjalan sukses dengan dimasukkannya teknologi-teknologi baru yang mampu menarik minat generasi muda. Pertanian  pun akan tetap menjadi andalan di masa depan karena mampu memberikan makan bagi jutaan manusia. “Mereka ini kan suka sekali ngulik ya. Kalau dikasih kesempatan dan sarana, yang tadinya enggan bertani dipastikan akan mau bertani. Kenapa kita tidak bangga?Harus bangga!” tegasnya,

Tak hanya menarik minat generasi muda dan optimisme di masa depan, adanya Kostratani juga bisa menjadi sarana untuk menumbuhkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang berpotensi di daerah. “Sebenarnya sudah ada banyak petani yang menerapkan teknologi (budidaya) yang bagus hingga akhirnya terkenal . Bahkan menjadi P4S yang menjadi pusat pelatihan bagi petani,” tegasnya.

Diakuinya jika tidak ada Kostratani, teknologi pertanian yang diserap oleh petani cukup rendah meskipun penyuluh sudah merekomendasikan beragam teknologi unggulan yang harus dilakukan oleh petani. “Paling dari 10 hanya 2 orang saja yang melaksanakan teknologi yang direkomendasikan dan anjuran penyuluh. Lainnya, masih nanti-nanti saja,” jelasnya. 

Karena itu, Kostratani ini perlu diperkuat oleh pemuda tani yang kembali bertani, teknologi rekomendasi yang benar-benar diterapkan petani, maka pembangunan pertanian akan melesat dan bisa dirasakan manfaatnya, minimal 10 tahun yang akan datang. “Saya yakin di 10 tahun yang akan datang, banyak komoditas pertanian kita yang diekspor oleh petani sendiri,” tukasnya.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018