Sunday, 05 July 2020


Di Era IT, tabloidsinartani.com telah Jadi Bagian Petani

14 Jan 2020, 13:42 WIBEditor : Yulianto

tabloidsinartani.com kini menjadi bagian pemberi informasi bagi petani | Sumber Foto:Dok. Sinta

tabloidsinartani.com, ternyata sudah dikenal beberapa petani, khususnya mereka yang

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Siapa yang tak kenal benda yang bernama ponsel, terutama berbasis android. Alat komunikasi yang satu ini, sudah menembus hingga pedesaan, walaupun ada beberapa titik "perawan" yang tak mengenal sinyal internet, bahkan ada yang tak tersentuh sinyal telepon.

Tapi, titik tersebut jumlahnya relatif kecil dibanding yang sudah merasakan kedua sinyal "pokok" itu, yaitu telepon dan internet. Petani "modern" saat ini, mencari segala informasi seputar dunia pertanian melalui "mbah google". Fakta itu bisa dibuktikan dibeberapa desa yang ada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Wilayah Kecamatan Ngantang diapit 2 gunung legendaris, baik di dunia perwayangan maupun mitos yang berkembang, yaitu Gunung Kelud dan Gunung Kawi. Kondisi geografis itulah, sebagian petani ada yang sudah merasakan sinyal internet, dan sebagian lagi masih belum tersentuh.

Special untuk link yang satu ini, tabloidsinartani.com, ternyata sudah dikenal beberapa petani, khususnya mereka yang "beraliran" moderat.  Sebut saja Mustakim (47 thn) warga Desa Jombok, petani kubis, ia mengaku merasakan efek dari eksistensi tabloidsinartani.com, khususnya yang terkoneksi dengan kondisi terkini tanaman penghasil rupiah dengan cepat dan banyak.

Mencermati kondisi terkini, disesuaikan geografis lahan pertanian miliknya, sangat penting, terutama menyoroti laba rugi pada posisi harga pasar dari hasil tanaman.

Berbeda dengan Suwaji (41 thn) warga Desa Kaumrejo, petani tomat, ia termotivasi atas kesuksesan para petani yang termuat dalam tabloidsinartani.com. Motivasi itu membangkitkan kesadarannya, bahwa status petani, bukan berarti tidak mampu bersaing dengan "profesi elit", justru sebaliknya.

Kedua petani tersebut, memang tidak mewakili sepenuhnya para petani di Kecamatan Ngantang. Namun setidaknya keduanya telah menyampaikan visualisasi dari keberadaan informasi melalui jaringan internet.

Keunggulan informasi lewat internet, mau tidak mau harus diakui, lebih cepat dan tak mengenal batas. Selain itu, informasi yang didapat bisa kapan dan dimana saja. Terlebih lagi, fungsi ponsel saat ini, tidak sekedar sebagai sarana komunikasi, tetapi lebih dari itu, yaitu informasi "instant", baik lewat searching di google, kontak lewat media sosial maupun berbagi info dari WAG.

Era Komunikasi Jarak Jauh

Memang di era digital ini, peran informasi teknologi cukup besar. Bahkan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mendorong penggunaan informasi teknologi. “Di era teknologi ini kita bicara era komunikasi jarak jauh. Saya bisa tahu pembangunan di daerah dengan cepat. Kita bisa kendalikan penyuluh dari pusat,” tutur Mentan SYL

Di era sekarang ini menurut SYL, tak hanya teknologi teleconference, Internet of Things, Artificial Intellegence (AI), hingga Robot Construction. Era menjadi tantangan baru yang harus bisa dihadapi dan diadaptasi masyarakat, tak terkecuali penyuluh pertanian.

“Kita harapkan bulan depan, kita sudah bisa masuk era ini. Karena kita akan luncurkan AWR (Agricultur War Room) yang akan koneksi langsung ke saya. Saya bisa tahu sampai detail kondisi di kecamatan,” kata SYL saat Rapat Kerja Ditjen Tanaman Pangan di Depok, Senin (13/1).

Apalagi melalui Kostratani, pemerintah telah melengkapi fasilitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dengan berbagai alat informasi teknologi. “Kostratani itu BPP ditambah IT. Kita nanti bisa bicara tiap minggu, pelatihan dan demplot dilakukan di BPP. Jadi kepala dinas harus bicarakan dengan menteri atau dirjen,” tutur SYL.

 

Reporter : Dodik
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018