Wednesday, 26 February 2020


Kostratani Sukabumi Fokus di Agrowisata dan Pasar Ekspor

16 Jan 2020, 13:55 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) berkesempatan ujicoba cloud meeting di AWR | Sumber Foto:HUMAS

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Melakukan ujicoba koordinasi antara penyuluh dengan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui cloud meeting di Agriculture War Room (AWR), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nusryamsi mengarahkan Kostratani di Sukabumi untuk fokus pada Agrowisata dan mendobrak pasar ekspor.

“Sukabumi sangat potensial untuk Agrowisata kita bisa bangun bersama agrowisata andalan dari Sukabumi. Kita sediakan KUR dengan bunga rendah 6 persen, tanpa anggunan untuk pinjaman dibawah 50 juta, dan kita support hingga mampu ekspor dengan berkualitas secara berkelanjutan," ungkap Prof Dedi Nursyamsi. 

Cloud Meeting melalui AWR ini juga tidak hanya diikuti oleh penyuluh pertanian di Sukabumi saja. Tetapi juga diikuti oleh setingkat Bupati di Sukabumi sehingga pesan koordinasi dari pusat bisa sampai dan didengar langsung oleh stakeholder di daerah.

Lebih lanjut Prof Dedi mengungkapkan bahwa Agricultural War Room  (AWR) yang terhubung dengan lebih dari 400 Kostratani di kecamatan, 100 kostrada di kabupaten, dan 34 kostrawil di seluruh provinsi Indonesia. Dan di tahun 2020 AWR menjaring total 5.646 Kostratani.  

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyambut baik pembangunan agrowisata. Setiap September ada festival bunga dengan KUR dapat mendorong usaha petani untuk terus berbudi daya dengan baik bahkan membuka peluang untuk ekspor.

"Teknologi komunikasi merubah wajah pertanian Indonesia, membuka tidak hanya kesempatan tapi juga  imajinasi bagi petani untuk berinovasi menjadi pengusaha pertanian milenial," tuturnya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018