Thursday, 06 August 2020


Sertifikasi Paramedik Dukung Program Sikomandan

05 Feb 2020, 14:38 WIBEditor : Clara

Regu paramedik veteriner sedang mengikuti pelatihan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mengoptimalisasi sektor pertanian ke depan dan mengatakan bahwa pembangunan SDM harus mengacu pada kebijakan strategis jangka panjang.. Mendukung hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, telah mencanangkanTiga Program Aksi yaitu, Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Cayasaat memberikan arahan pada kegiatan Sertifikasi Profesi bagi Petugas Paramedik dan Pelatihan Pengolahan Hasil Susu di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Selasa, (04/02).

Lebih lanjut Bustanul mengatakan Puslatan dalam menindaklanjuti program aksi BPPSDMP menyiapkan tiga program utama, yaitu Pelatihan Vokasi, Sertifikasi dan Pengembangan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S). Muara dari tiga program ini adalah peningkatan kompetensi SDM di bidang pertanian.  “Pelatihan vokasi dan sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kompeten SDM pertanian dibidangnya. Kalo sudah kompeten berarti butuh pengakuan makanya harus punya sertifikat sebagai legal standing. Itulah kenapa sertifikasi profesi itu penting buat profesi yang bergerak di bidang pertanian, khususnya di bidang peternakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bustanul menekankan saat ini Kementerian Pertanian telah melakukan mandatory di bidang kesehatan hewan melalui Peraturan Menteri 03 tahun 2019 yang mana mengamanatkan bahwa profesi kesehatan hewan meliputi Inseminator, Pemeriksa Kebuntingan (PKb), Paramedik Veteriner dan Asisten Reproduksi Ternak (ATR) diwajibkan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai syarat dalam melaksanakan tugasnya.

“Tahun ini dan seterusnya Puslatan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihannya akan meningkatkan sertifikasi di bidang peternakan, baik itu paramedik, inseminator dan ATR. Ditambah nanti Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan juga menargetkan swasembada daging melalui program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) dan penambahan ternak ruminansia besar sebanyak satu juta ekor. Karena itu kita perlu serius dalam menyiapkan petugas atau tenaga kerja yang terampil untuk menjadi pilar dalam pembangunan pertanian, khususnya peternakan, hal ini selaras dengan kebijakan Bapak Presiden dan Menteri Pertanian” papar Bustanul.

Pola pelatihan kedepan mengarah ke off farm atau hilirisasi sehingga akan memberi nilai tambah. Termasuk bagaimana kita mengembangkan produk-produk olahan di bidang peternakan. Di antaranya bagaimana pengemasan produk yang lebih baik dan penyimpanan yang tahan lama, sehingga bisa mengatur dan menjaga supply dan demand. Sehingga target Kementan dalam upaya meningkatkan ekspor tiga kali lipat dapat terwujud. “Peningkatan ekspor komoditas pertanian akan kami dukung juga melalui P4S, sebagai tempat pelatihan yang terdekat dengan petani. P4S akan menjadi tempat pelatihan tematik dan permagangan bagi petani. Di P4S ada tempat pengelolaan usaha dan sarana pelatihan, sehingga nantinya diharapkan P4S dapat memberikan contoh dan agen perubahan atau multiplayer effect bagi petani atau peternak. P4S akan menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pelatihan bagi petani, dan nantinya diharapkan akan melahirkan pengusaha pertanian milenial,” pungkas Bustanul.

Reporter : Ockie
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018