Monday, 10 August 2020


Dukung Kostratani, Pusdiktan Gelar Magang Tenaga Kependidikan

11 Feb 2020, 16:47 WIBEditor : Gesha

Magang tenaga kependidikan menjadi bagian dari Pusdiktan untuk mendukung Kostratani | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus  berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khusus di bidang pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan program magang bagi tenaga Pendidik dan Pendidikan. Hal tersebut untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas, maju, mandiri dan memiliki wawasan yang modern sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam sambutannya pada pembukaan  Magang Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Pelatihan dan Sertifikasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Teknik Kultur Jaringan untuk Mendukung KOSTRATANI mengatakan bahwa Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) melihat titik kritis yang menjadi tantangan terbesar dalam menciptakan sdm yang berkualitas salah satunya ada pada kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

"Bila kita ingin menghasilkan lulusan perguruan tinggi atau SMKPP yang mampu berdaya saing baik di pasar nasional dan internasional maka kita perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pendidik dan tenaga kependidikan salah satunya melalui pelaksanaan magang di dunia usaha dunia industri (DUDI)," jelasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta dari UPT Pendidikan baik Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) maupun Sekolah Menengah Pembangunan Pertanian (SMKPP) merupakan kerjasama Pusdiktan dengan Southeast Asian Regional Research Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (LSP MAPIN).

Selama 7 hari (10-17 Februari 2020) 60 peserta tersebut melalukan magang di  Kampus Program Master International IT for NRM, SEAMEO BIOTROP, Bogor. 

“Program magang ini merupakan salah satu bentuk dukungan UPT Pendidikan pada program aksi BPPSDMP KOSTRATANI. Polbangtan dan SMKPP harus mendukung KOSTRATANI, maka tenaga pendidik dan pendidikan harus mengupgrade dan menularkan ilmu yang didapatkan selama magang kepada mahasiswa dan siswanya," jelasnya.

Apalagi di era teknologi 4.0 tenaga pendidik harus memanfaatkan   kemajuan teknologi, apalagi KOSTRATANI menitikberatkan teknologi informasi dalam kegiatannya. "Tak hanya itu, pendidik juga  harus mendorong mahasiswa/ siswanya untuk menjadi master of trainer di wilayah-wilayah binaannya. Sudah saatnya generasi milenial di bidang pertanian ambil peranan baik di on farm maupun off farm,” paparnya.

Setelah magang ini diharapkan tidak berhenti di tenaga pengajar namun ditularkan kepada mahasiswa nya bahkan Masyarakat umum. "Rencana aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Teknik Kultur Jaringan  harus segera dibuat.  Dilihat dan disesuaikan dengan tupoksi masing-masing UPT," pesannya mengakhiri sambutan.

Hal senada pun disampaikan oleh Deputi bidang administrasi SEAMEO BIOTROP Julhamsyah Imran, dalam mencetak generasi milenial di bidang pertanian perlu dilakukan bersinergi berbagai pihak tak terkecuali dengan SEAMEO BIOTROP.

 “SEAMEO BIOTROP telah berperan aktif dalam penyediaan pangan dan swasembada pangn. Tak hanya melakukan  riset to riset, kini  riset to education dan riset to busineness pun dilakukan oleh SEAMEO BIOTROP," tuturnya.

Contohnya, School Garden, Urban Farming, Family Farming merupakan salah satu bentuk kerjasama SEAMEO BIOTROP  dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan SMKPP.

"Bahkan di era 4.0 ini, kami juga telah memiliki teknologi  sensor untuk memonitoring buah-buahan yang dibudidayakan di sekolah-sekolah,” papar Julhamsyah.  

Dirinya pun mengharapkan seluruh peserta magang dapat mengadopsi ilmu-ilmu yang telah diberikan oleh fasilitator. “Kita jangan kalah dengan generasi milenial, kemajuan teknologi dan teknologi informasi jangan dijadikan ‘kelemahan’  bagai generasi yang sudah tidak milenial lagi, tetapi justru kita harus ikuti”, kata Julhamsyah.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018